Idol Korea Ini Nyanyikan Lagu Keisya ‘Tak Ingin Usai’ di We The Fest, Netizen: Fasih Banget Nyanyinya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Akhir-akhir ini lagu Keisya Levronka yang berjudul ‘Tak Ingin Usai’ dijadikan tantangan untuk tiap penyanyi. Salah satunya ada mantan member girl group Korea CLC, Sorn, yang mencoba menyanyikan lagu tersebut.

Ia menyanyikannya di festival musik We The Fest pada 24 September 2022. Sontak netizen heboh menyaksikan penyanyi asli Thailand itu menyanyikan lagu Indonesia.

Seperti video yang diunggah oleh @mutiarachmi_ melalui akun TikToknya. Menampilkan Sorn yang menyanyikan lagu ‘Tak Ingin Usai’ di atas panggung.

Nada tinggi yang menjadi tantangan bagi siapa pun bahkan oleh penyanyi aslinya selalu buat netizen deg-degan karena takut nadanya tak sampai. Namun, tampaknya Sorn bisa mengatasi kesulitan di bagian itu.

Ia menyanyikannya dengan santai dan pelafalan bahasa Indonesianya terdengar fasih.

“BAGUS BANGET BAHASA INDONESIANYAAA!!” tulis pemilik akun.

Tentu netizen memuji penampilan Sorn itu. Banyak netizen yang memberikan respon positif dengan beragam komentar.

“Ini bukan fasihnya orang luar pliss, ini kek bener-bener orang Indonesia,” komen netizen.

“Wehh speechless Indo banget jelass lagi.”

“Improve nadanya juga penyanyi Indonesia banget apalagi di akhir,” kata netizen lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini