Ibu Felicia Tissue Kesal Bisnis Putrinya Direndahkan Usai Gagal Nikah dengan Kaesang

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ibu Felicia Tissue, Meilia Lau kesal bisnis putrinya direndahkan usai tak lagi menjalin kasih dengan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.

Meilia Lau kesal dengan sebuah pemberitaan di salah satu media online yang terkesan merendahkan bisnis sang putri. Saat ini Felicia merintis bisnis keripik. Tulisan sanb bunda diposting ulang Felicia via Insta Story.

“Jadi harusnya jualan apa?? Bisnis batu bara? Atau menerima pemberian dari negara lain?? Yg disebut gratifikasi??” tulis Meilia.

“Nasib? brp banyak nasib org yg kehilangan pekerjaan saat ini? Dan brp banyak yg tdk bisa mencukupi kebutuhan se hari2 mereka. Usaha yg kami buat bukanlah se mata2 sbg penghasilan utama. Ini untuk membantu lapangan pekerjaan dan jg membuat makanan dgn harga yg bisa dijangkau bagi yg ekonominya tidak mencukupi tp bisa menikmati makanan sehat dan terjangkau,” katanya.

“Ini memang bukan makanan Sultan atau usaha konglomerat yg marak dgn aroma korupsi seperti berita2 yg valid diberitakan saat ini. Tapi usaha ini usaha yg HALAL,” ucapnya.

Felicia juga memposting artikel salah satu media online tersebut. Dia menuding, jurnalis tersebut menulis tanpa berbasis fakta.

“Aku tuh sampe bingung mau bilang karena kaget. Hati kamu diletak di mana sih? Dan sebagai jurnalis tuh ini ga profesional. Kok bisa seenaknya menulis tanpa berbasis fakta? Dampak kejiwaan seseorang apa tidak dipikirkan?” tulis Felicia.

Felicia dan Kaesang pernah pacara selama lima tahun. Tapi, perjalanan kasih yang terbilang lama itu kandas di tengah jalan. Kini, Kaesang akan menikah dengan Erina Gudono pada Desember 2022.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini