Review Film ‘Jeepers Creepers: Reborn’: Saat Mitos Pembunuh Misterius Menjelma Jadi Kenyataan

Baca Juga

MATA INDONESIA,JAKARTA – Bagaimana jika mitos yang diyakini menjelma menjadi kenyataan melalui pesta horor satu malam?

Film dengan sutradara Timo Vuorensola dan penulis naskah Sean Michael Argo akan tayang di bioskop pada tanggal 19 September 2022.

Film ini bergenre horor,mystery,dan thriller yang akan membuat penonton bergidik ngeri. Beberapa pemain dalam film ini adalah Sydney Craven,Imran Adams,Jarreau Benjamin,Gabriel Freilich,Matt Barkley,Peter Brooke,Georgia Goodman, dan Terry Bird.

Film ini menceritakan tentang Chase yang sangat tergila-gila dengan mitos Creeper dan Festival Horror Hound. Ia akahirnya memaksa kekasihnya, Laine untuk turut serta bersamanya mencari tempat keberadaan festival Horror Hound.

Alur Cerita Jeepers Creepers: Reborn

Chase adalah seorang pria yang menyukai hal-hal misterius. Ia berulang kali menonton video mengenai mitos Creeper dan ia meyakini bahwa Creeper itu nyata. Mitos tersebut menyebutkan bahwa Creeper melakukan ribuan pembunuhan tiap 23 tahun sekali. Ia semakin penasaran dengan hal tersebut.

Di suatu hari, ia mengajak kekasihnya Laine untuk mencari keberadaan festival Horror Hound yang konon katanya diadakan di negara bagian Louisiana. Di tengah perjalanan Laine mulai merasakan firasat buruk mengenai Creeper tersebut.

Saat sampai di tempat pembelian barang antik,Laine merasakan ada hal aneh yang membawanya ke bayangan cerita masa lalu kota dan mitos mengenai kehadiran Creeper.

Tiba di lokasi festival, Chase dan Laine melihat ratusan penggemar horor garis keras memadati lokasi tersebut. Dibeberapa kesempatan Laine mulai mengalami penampakan yang aneh dan tidak dapat dijelaskan. Ia seolah melihat bahwa dirinya berada di tengah-tengah sesuatu yang tak biasa yang menjadikannya sebagai porosnya.

Ia dan Chase terpilih untuk mengikuti tantangan teka-teki festival Horror Hound di sebuah makam tua.

Dalam tantangan ini, mereka berdua harus menyelesaikan teka-teki hingga fajar dan mereka akan mendapatkan hadiah.

Akankah keduanya dapat menyelesaikan teka-teki tersebut dan keluar dengan selamat? Ataukah mereka akan bertemu dengan Creeper yang mitosnya akan muncul setiap 23 tahun sekali?

Jeepers Creepers: Reborn

Dalam film ini, Sydney Craven berperan menjadi sosok Laine. Ia adalah seroang kekasih dari Chase yang menyukai hal-hal misterius. Tanpa diketahui oleh kekasihnya, ia telah mengandung bayi bersama temannya, Sam.

Imran Adams memerankan Chase dalam film ini. Ia tergila-gila dengan mitos Creeper dan berniat untuk menemukannya. Malam itu ia ingin melamar kekasihnya, Laine. Namun akibat kejadian tak terduga membuatnya harus menjaga nyawanya dari ancaman sosok tidak terduga.

Dalam film ini, Jarreau Benjamin berperan sebagai Creeper.Ia menjadi sosok menakutkan yang gemar memangsa manusia di kawasan Louisiana.

Film ini menarik untuk ditonton karena di menit-menit awal sudah menawarkan scene yang menegangkan.

Penyampaian prolog cerita di awal yang menarik membuat scene selanjutnya menjadi lebih menarik dan membuat penasaran.

Sebagai film horor thriller,jumpscare yang muncul cukup mengagetkan dan selalu muncul bersamaan dengan adegan pertumpahan darah yang membuat ngeri penonton.

Melihat akhir ceritanya masih banyak hal yang belum terjawab dan terpecahkan dari cerita di film ini.

Film : Jeepers Creepers: Reborn

Genre : Horor, Mystery, Thriller

Sutradara : Timo Vuorensola

Penulis Skenario : Sean Michael Argo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkala Koperasi Desa Jadi Kunci Keberlanjutan Program Pemberdayaan Ekonomi

Oleh: Firly Tsaqila )*Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi desa terusdiwujudkan melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan MerahPutih sebagai instrumen strategis pemberdayaan masyarakat. Koperasi Desa dirancang bukan sekadar menjadi wadah aktivitasekonomi lokal, melainkan sebagai infrastruktur ekonomi nasional yang mampu memperluas akses masyarakat desa terhadap layanan usaha, distribusi kebutuhan pokok, pembiayaan produktif, hingga penguatankesejahteraan berbasis komunitas. Sehingga evaluasi berkala menjadi elemen penting agar implementasiprogram berjalan tepat sasaran, adaptif terhadap tantangan lapangan, dan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.Langkah cepat Kementerian Koperasi dalam merespons berbagaimasukan masyarakat menunjukkan keseriusan pemerintah menjagakualitas pelaksanaan program ini. Berbagai sorotan yang muncul di ruangpublik dipandang sebagai bentuk partisipasi konstruktif yang justrumemperkuat proses pembenahan. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menilai perhatian masyarakatterhadap kondisi dan kesiapan Kopdes Merah Putih merupakan bagiandari pengawasan publik yang sangat dibutuhkan untuk memastikanprogram berkembang sesuai tujuan awal.Menurut Ferry, setiap laporan, masukan, dan perhatian masyarakatmenjadi bahan evaluasi yang sangat berharga bagi kementerian untukmelakukan koreksi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa pemerintahmemandang keterlibatan publik sebagai bagian dari mekanismepengawasan yang memperkuat akuntabilitas tata kelola. Denganketerbukaan terhadap kritik, pemerintah menunjukkan pendekatan adaptifdalam memastikan program ini terus mengalami penyempurnaan.Pendekatan evaluatif ini penting karena skala program Kopdes MerahPutih sangat luas dan menyentuh langsung berbagai aspek kehidupanekonomi desa. Pemerintah tidak menempatkan evaluasi sebagai responsatas persoalan semata, melainkan sebagai instrumen manajemen modern yang memungkinkan setiap kelemahan terdeteksi lebih awal untuk segeradiperbaiki. Dengan demikian, proses pembenahan dapat dilakukan secarasistematis tanpa mengganggu tujuan besar pembangunan ekonomi desa.Ferry juga menekankan bahwa pemerintah akan terus menyelaraskankoordinasi lintas lembaga agar evaluasi yang dilakukan menghasilkanlangkah perbaikan konkret. Kolaborasi antara kementerian, pengelola koperasi, dan masyarakat diyakini menjadi kunci agar setiap temuanlapangan dapat segera ditindaklanjuti secara efektif. Pendekatan inimencerminkan keseriusan pemerintah membangun tata kelola koperasiyang terbuka dan responsif.Di sisi lain, penguatan evaluasi juga tampak dari keterlibatan berbagaiinstitusi pendukung. Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mempertegas peran pengawasan distribusi obat danpangan dalam ekosistem Kopdes Merah Putih. Kehadiran BPOM memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada aspekkelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan kualitas layanan dankeamanan produk yang sampai kepada masyarakat desa.BPOM menyiapkan sistem pengawasan yang menjangkau hingga level desa, termasuk melalui pelibatan puluhan ribu kader terlatih. Langkah inimenjadi bukti bahwa evaluasi program dilakukan secara terintegrasidengan penguatan kapasitas pengawasan di lapangan. Pemerintahmemahami bahwa keberlanjutan koperasi tidak dapat dilepaskan dariterjaminnya standar mutu, keamanan, dan keandalan distribusi produk.Kepala BPOM menilai pengawasan distribusi obat dan pangan di koperasidesa membutuhkan mekanisme yang presisi karena cakupan wilayahyang luas menuntut sistem kendali yang kuat. Oleh sebab itu, pemerintahterus merancang skema baru agar distribusi tetap terkendali sekaligusmenjangkau masyarakat secara merata. Upaya ini memperlihatkanorientasi evaluasi yang tidak berhenti pada identifikasi masalah, melainkan diarahkan pada inovasi kebijakan.Pandangan mengenai pentingnya evaluasi berkala juga diperkuat ekonom CORE Indonesia, Dipo Satria Ramli. Ia menilai bahwa pengawasanberlapis sangat diperlukan mengingat fungsi Kopdes Merah Putihmencakup aspek komersial, sosial, hingga layanan distribusi strategis. Menurutnya, pembagian peran pengawasan lintas lembaga akanmemperkuat akuntabilitas sekaligus meminimalkan potensipenyimpangan.Dipo menekankan pentingnya audit independen secara berkala sebagaiinstrumen untuk mendeteksi potensi moral hazard sejak dini. Ia jugamemandang bahwa tata kelola internal yang kuat harus ditopang olehrekrutmen pengelola profesional yang tetap berbasis komunitas lokal. Keterlibatan warga desa dinilai penting untuk menumbuhkan rasa memilikisehingga keberlanjutan koperasi terjaga secara alamiah.Pandangan Dipo sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan evaluasi sebagai fondasi penguatan kelembagaan. Pemerintah memahami bahwa keberhasilan program tidak cukup diukurdari jumlah koperasi yang terbentuk, tetapi dari kualitas operasional, efektivitas layanan, dan dampak nyata terhadap kesejahteraanmasyarakat.Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan menjadi simpul distribusi hasilpertanian, penyalur barang strategis, penyedia layanan keuangan, hinggapenggerak aktivitas ekonomi produktif di tingkat akar rumput. Denganperan sebesar itu, evaluasi berkala menjadi syarat mutlak agar setiapfungsi berjalan optimal.Melalui keterbukaan terhadap masukan, sinergi lintas lembaga, sertapenguatan pengawasan berjenjang, pemerintah menunjukkan keseriusanmenjaga keberlanjutan program ini. Evaluasi yang konsisten bukanlahtanda kelemahan, melainkan bukti hadirnya tata kelola modern yang mengedepankan perbaikan berkelanjutan demi memastikan KopdesMerah Putih benar-benar menjadi motor penggerak pemberdayaanekonomi desa di masa depan.*) Pengamat Ekonomi Desa
- Advertisement -

Baca berita yang ini