Horor! Wanita Ini Jika Menangis Keluarkan Air Mata Darah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Setiap wanita selalu mengalami menstruasi rutin setiap bulan. Kondisi ini wanita akan mengalami nyeri di bagian perut. Namun, ada seorang wanita di India mengalami fenomena horror, dimana jika haid melanda dirinya menangis mengeluarkan air mata darah.

Wanita yang dirahasiakan namanya itu awalnya memeriksaan diri ke sebuah rumah sakit di Chandigarh, India karena menangis darah. Tapi dokter tidak menemukan hal yang aneh dalam diri wanita tersebut.

Wanita berusia 25 tahun itu juga tidak merasa kesakitan saat menangis darah. Ia menuturkan bahwa darah tidak keluar dari lokasi lain di tubuhnya, hanya di bagian mata saja.

Dokter lantas menggali lebih dalam tentang kejadian langka ini. Lalu, ia menemukan bahwa wanita itu selalu menangis darah setiap menstruasi selama dua bulan terakhir.

Dokter menganggap ini sebuah kejadian yang langka. Ditambah lagi, wanita tersebut dinyatakan tidak memiliki pendarahan mata atau masalah oftalmologis setelah menjalani tes intensif.

Setelah mempelajari kondisi sang wanita, dokter mengetahui bahwa pasiennya mengalami kondisi langka yang dinamakan sebagai Ocular Vicarious Menstruation.

Kondisi ini menyebabkan seorang wanita mengalami pendarahan dari organ ekstragenital. Tapi yang paling banyak dialami adalah pendarahan hidung. Sedangkan pendarahan di daerah lain, seperti mata sangat jarang terjadi.

Setelah didiagnosis, wanita tersebut dirawat dengan kontrasepsi oral yang mengandung kombinasi estrogen dan progesteron. Pengobatan tersebut berhasil dan akhirnya wanita itu sembuh setelah menjalani perawatan selama tiga bulan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini