Hamish Daud Viral Gegara Pungut Sampah di Depan Minimarket, Begini Reaksi Raisa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini aksi seorang pria tampan memungut sampah yang tergeletak di depan minimarket viral di media sosial. Rupanya, pria itu adalah Hamish Daud.

Aksinya tersebut direkam oleh seorang yang terpesona terhadap sosok pria yang dilihatnya lalu mengunggahnya di TikTok. Hamish Daud terlihat berbelanja sendirian.

Setelah keluar, suami dari penyanyi Raisa Andriana itu memungut sampah bekas air mineral di depan mini market tersebut. Lucunya, si perekam tak tahu kalau pria itu adalah Hamish Daud.

“Gue shock dia ngambilin sampah plastik dulu sebelum pergi!” tulis netizen itu.

Videonya pun viral, bahkan kabar aksi Hamish ini pun sampai ke telinga Raisa. Melalui akun Twitter miliknya @raisa6690, Raisa mendapatkan laporan dari warganet video pria tampan memungut sampah itu viral di media sosial.

“Eh bentar, kok kayak kenal ya sampai ramai banget di sini. Emang lagi ngapain sih dia?” kata Raisa, dikutip Selasa 16 Februari 2021.

Di cuitan selanjutnya, Raisa mengunggah foto sang suami sedang meminum air mineral dari sebuah botol transparan. “Tadaaa gimana menurut kalian? Mirip enggak sama cowok ganteng yang ada di video tadi?,” kata Raisa.

Perempuan berusai 30 tahun itu menjelaskan, ada nilai moral yang bisa diambil dari video viral sang suami. Kata dia, “Pesan moral untuk kita semua, tolong jangan buang sampah sembarangan lagi.”

Tak lupa, Raisa menyarankan agar masyarakat membiasakan untuk mengumpulkan sampah agar bisa didaur ulang. “Sampahnya bisa kalian kumpulkan dan nantinya bisa didaur ulang tahuu,” ungkap Raisa.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini