Geger Video Vagina Dipenuhi Belatung, Ini Lho Kata Dokter

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan video syur yang memperlihatkan hubungan intim antara pria dan wanita. Namun, alih-alih bikin terangsang video, itu malah bikin geger karena munculnya belatung di vagina sang wanita.

Sontak, kejadian itu bikin kaum hawa was-was dan bertanya-tanya. Mereka bingung apakah benar belatung bisa muncul dari vagina?

Sementara itu, dr. Helen Dian Pratiwi,Sp.KK, selaku dokter di klinik Pramudia menegaskan bahwa kondisi itu terjadi bila ada jaringan mati alias pada kondisi tubuh yang sudah tak bernyawa.

“Secara medis, belatung biasanya didapatkan bila ada jaringan mati, jadi pada kondisi post mortem (sudah meninggal) atau pada luka kronis yang banyak jaringan mati dan tidak diobati,” ungkapnya saat diwawancara langsung oleh tim Mata Indonesia News, Senin 17 Januari 2021.

Ia juga menambahkan bahwa penyakit seks menular yang selama ini ditakuti masyarakat tidak berpotensi untuk mengeluarkan belatung dari organ intim.

“Berbagai penyakit Infeksi Menular Seksual secara umum pun tidak memicu tumbuhnya belatung di area organ intim,” jelasnya.

Dengan begitu, bisa dipastikan bahwa munculnya belatung pada organ intim vagina bukan karena penyakit menular atau organ intim yang tidak bersih. Melainkan karena ada jaringan mati sehingga mengalami pembusukkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini