Duh! Konser Festival Astroworld Ricuh, Delapan Orang Tewas

Baca Juga

MATA INDONESIA, TEXAS – Terjadi kericuhan pada malam pertama Festival Astroworld di Texas. Banyak orang tewas dan luka-luka setelah insiden ‘korban massal’ pada saat Travis Scott akan tampil.

Melansir dari Just Jared, total korbannya terdiri dari delapan orang tewas dan lebih dari 300 orang luka-luka. Insiden ini terjadi pada Jumat malam, 5 November 2021 waktu setempat, di luar Taman NRG di Houston, Texas.

Kronologisnya, penonton mulai menyerbu ke depan selama penampilan Travis Scott. Sehingga menyebabkan kepanikan pada kerumunan penggemar yang sulit mencoba melarikan diri ke tempat aman.

Bahkan Travis mencoba untuk menghentikan pertunjukannya beberapa kali untuk meminta pihak keamanan membantu penggemar tak menimbulkan kericuhan. Namun pada pukul 21.38 waktu setempat, insiden ‘korban massal’ pun terjadi semakin rusuh.

“Kerumunan mulai memadat ke arah depan panggung dan itu menyebabkan kepanikan dan mulai menyebabkan beberapa (orang) luka-luka. Orang-orang mulai jatuh dan menjadi tidak sadar dan itu menciptakan kepanikan,” kata Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Houston Samuel Peña dalam konferensi pers.

17 orang telah dibawa ke rumah sakit dan 11 di antaranya mengalami serangan jantung. Polisi juga masih menyelidiki insiden ini yang diduga ada penyelundupan obat bius di area sasaran festival.

Pihak penyelenggara festival juga telah merilis pernyataan resminya melalui Instagram bahwa festival ini tidak dilanjutkan lagi. Berikut pernyataan resminya:

Hati kami bersama keluarga Festival Astroworld malam ini — terutama mereka yang kehilangan dan orang yang mereka cintai. Kami fokus untuk mendukung pihak berwenang setempat dengan semampu kami.

Dengan itu, festival tidak akan diadakan lagi pada hari Sabtu. Seperti yang disebutkan pihak berwenang dalam konferensi pers mereka sebelumnya, mereka sedang menyelidiki serangkaian serangan jantung yang terjadi.

Jika Anda memiliki informasi yang relevan tentang ini, silakan hubungi Polisi Houston. Terima kasih kepada mitra kami di Departemen Kepolisian Houston, Pemadam Kebakaran dan Taman NRG atas tanggapan dan dukungannya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perdagangan Karbon dan Jalan Baru Ekonomi Hijau Indonesia

*) Oleh: Bayu NugrahaPerubahan iklim kini menjadi perhatian strategis yang mendorong negara-negara di dunia memperkuat pembangunan berkelanjutan. Bagi Indonesia, agenda tersebutberjalan seiring dengan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuatketahanan pangan dan energi, serta memenuhi komitmen penurunan emisi. Dalamkonteks ini, perdagangan karbon hadir sebagai instrumen strategis yang membukapeluang bagi tumbuhnya ekonomi hijau nasional.Kebijakan perdagangan karbon menandai langkah maju Indonesia dalammengembangkan tata kelola lingkungan yang lebih inovatif dan berorientasi pada keberlanjutan. Melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam secara bertanggungjawab, pengembangan teknologi hijau, dan peningkatan investasi berkelanjutan, Indonesia berupaya membangun model pertumbuhan ekonomi yang mampumenciptakan nilai tambah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tampak membaca momentum ini secarastrategis. Melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK), pemerintah mulai membangun fondasi tata kelola perdagangan karbonyang lebih terstruktur dan memiliki kepastian hukum. Regulasi tersebut bukan hanyamenjadi instrumen pengendalian emisi gas rumah kaca, tetapi juga membuka ruanginvestasi hijau yang semakin diminati pasar global. Dengan demikian, perdagangankarbon tidak lagi dipandang sebagai isu lingkungan semata, melainkan sebagaibagian dari strategi pembangunan nasional jangka panjang.Selain itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa perdagangankarbon dapat menjadi sumber pembiayaan baru bagi kegiatan penanaman dan restorasi hutan. Pernyataan tersebut menunjukkan adanya pergeseran fundamental dalam model bisnis sektor kehutanan Indonesia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini