Duh, Bintang Emon Berani Kritik Ketua PSSI, Netizen: Nyalinya Gede

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Komika Bintang Emon kembali jadi sorotan. Terbaru, komedian ini bikin heboh publik usai me-roasting ketua PSSI di channel YouTube, Deddy Corbuzier.

Dalam sesi ‘Somasi Close The Door Corbuzer’, Bintang seperti biasa mengungkapkan keresahannya dengan hukum dan pemerintah. Namun, salah stau yang menjadi sorotan saat Bintang membahas tentang ketua PSSI, Mochamad Iriawan.

“Keresahan ku yang pertama. Kenapa polisi bisa jadi ketua PSSI ya? Ya nggak ada masalah sih, nggak salah juga. Kan sebelumnya juga ada tentara ketum PSSI mimpin pembain bola tuh ya nggak apa­-apa, nggak ada masalah juga,” kata Bintang.

Tak sampai di situ, jebolan Stand Up Comdey Indonesia ini mulai mengeluarkan sindiran pedasnya. Ia menyebut aparat hukum cocok berkecimpung di dunia sepak bola karena sama-sama suka menendang.

“Soalnya kalao dilihat-lihat mirip juga, oknum aparat sama pemain bola sama-sama suka nendang, yang satu nendang bola yang satu nendang penjahat,” kata Bintang.

Alhasil, aksi Bintang Emon menyindir soal ketua PSSI ini mengundang beragam reaksi warganet. Tak sedikit netizen kagum dengan nyali Bintang yang bisa memberi kritik pedas pada isu-isu masyarakat.

“Nih Bintang Emon nyalinya gede banget dah.”

“Respect buat Bintang Emon.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini