Drama Koreanya Tak Happy Ending, Kim Tae Ri Minta Maaf: Aku Juga Sedih

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris Korea Selatan, Kim Tae Ri buka suara setelah drama koreanya dengan Nam Joo Hyuk, Twenty Five-Twenty One berakhir. Sayangnya, episode terakhir tak memberikan happy ending untuk para penonton.

Mengetahui hal itu, Kim Tae Ri pun meminta maaf. Dilansir akun Twitter, @infodrakor_id, pemeran Na Hee Do itu mengakui akhir cerita 25-21 cukup membuat penonton kecewa.

“Bahkan jika aku bukan seorang aktor tetapi seorang pemirsa, aku pikir aku akan bersorak untuk akhir yang bahagia dari mereka berdua (Heedo Yijin) Aku minta maaf atas semua dukungan dari begitu banyak pemirsa,” ucapnya.

Leboh lanjut, Kim Tae Ri mengakui dirinya pun sedih tak bisa memberikan ending yang penonton harapkan.

“Aku juga sedih,” kata Tae Ri.

Sebelumnya, episode terakhir drama Korea Twenty Five-Twenty tayang pada 3 April 2022. Sayangnya, hubungan Back Yi Jin dan Na Hee Do tak berakhir bersama.

Keduanya memutuskan berpisah dan menjalani hidup masing-masing. Akhir cerita itu pun membuat penonton bersedih dan galau.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini