Dinilai Enggan Balas Sapaan Kyuhyun Super Junior, Reza Arap Panen Hujatan Netizen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini Kyuhyun Super Junior hadir sebagai bintang tamu spesial dalam salah satu ajang pencarian bakat di Indonesia.

Kehadiran Kyuhyun Super Junior sukses bikin heboh netizen dengan tampil sebagai juri bersama Rossa, Denny Sumargo, Ivan Gunawan, dan Reza Arap.

Namun, netizen malah salah fokus dengan sikap Reza Arap saat disapa oleh Kyuhyun. Pasalnya, suami Wendy Walters itu mengacuhkan sapaan sang bintang tamu.

Hal itu terlihat dalam penggalan video yang tersebar di media sosial. Ketika Kyuhyun baru datang ke atas panggung, ia menunjukkan kesopanan dengan menunduk ke semua juri.

Namun, Reza Arap tak meresponnya. Saat melakukan sesi foto, Reza juga enggan berada di samping Kyuhyun.

Dalam video lainnya, Kyuhyun terlihat berada di tengah-tengah para pemenang ajang pencarian bakat yang membawa papan hadiah masing-masing. Ia bertepuk tangan dan merayakan kemenangan bersama para pemenang.

Kemudian, Reza Arap datang dari belakang. Kyuhyun pun mencoba beramah tamah dengan pentolan Weird Genius itu.

Reza Arap nampaknya tak mengindahkan sapaan personel salah satu member Super Junio itu dengan seperti pura-pura mengusap dahinya.

Netizen yang melihat cuplikan video itu pun langsung melontarkan berbagai komentar negatif kepada Reza Arap yang dinilai tidak memiliki sopan santun.

“Kyu ganteng banget bak salju,,lagh si arap hehehehe..Tetep baik dan rendah hati si kyu,, idol dunia looo kyu..,” tulis netizen.

“Nyesek sih diposisi kyuhyun dah nyapa sambil senyum tautaunya,” tambah netizen.

“Apa susah nya sih nyapa balik???? tinggal menganggukan kepala aja loh padahal,” sambung netizen.

“Songong gak ad ampun ni reza Arab…sadar diri lu it bukan level nya mbul khuyhun,” sahut netizen.

“Kezel banget liat si tukang selingkuh tuh,” tutup netizen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini