Diajak Aldi Taher Nikah, Anya Geraldine: Kamu Seram

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aldi Taher kembali menjadi sorotan dengan tingkah lakunya. Kali ini, dia terang-terangan mengajak Anya Geraldine nikah dan menjadi istri keduanya.

Pernyataan Aldi diungkapkan saat diundang ke channel YouTube Anya, WAW Entertainment. Sambil menyanyi menggunakan gitar, pria 37 tahun itu menyanyikan lagu untuk Anya.

“Insya Allah Aldi Taher nikahin Anya Geraldine,” demikian lirik yang dinyanyikannya dengan nada yang sama dengan lagu bertajuk ‘Nisa Sabyan I Love You So Much.

Setelah itu, dengan wajah serius, Aldi mengajak Anya menikah. “Tapi jujur, nih belum ada bintang tamu yang mengatakan ini sebelumnya. Mau nggak nikah sama aku,” katanya.

Anya menjawab, dalam hidupnya baru pertama kali dia bertemu orang yang langsung mengajak nikah di pertemuan pertama.

“Di dalam hidup aku belum pernah ada orang yang baru ketemu bilang kaya gitu. You (kamu) Serem,” kata Anya.

Dalam perbincangannya, Aldi juga menjelaskan, di dalam Islam poligami tidak dilarang. Yang haram itu LGBT. Itu sebabnya dia meminta Anya menjadi istri keduanya.

Tak hanya meminta Anya menjadi istrinya, Aldi mendoakan wanita yang sempat dikabarkan dekat dengan Rizky Febian itu memakai hijab.

“Anya Geraldine Insya Allah pakai hijab, Anya Geraldine Insya Allah jadi istriku,” ungkapnya sambil memetik gitar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini