Daebak! Peringkat Rating Drama ‘Big Mouth’ Hampir Mendekati Dua Digit

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Drama baru MBC ‘Big Mouth’ kini digandrungi oleh penggemar drama Korea. Tampaknya drama ini berhasil mencuri perhatian pemirsanya.

Melansir dari Soompi, drama ini telah mencapai peringkat pemirsa tertingginya. Menurut Nielsen Korea, episode kelima dari ‘Big Mouth’ telah mencetak peringkat nasional dengan rata-rata 9,8 persen.

Hanya sedikit lagi drama ini akan memasuki dua digit. Sebab drama ini akan mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa yang berhasil mendapatakan skor rating dua digit di awal episodenya.

Bisa ada kemungkinan drama ini akan mengalahkan rating drama ‘World of Married’.

Sedangkan drama baru Kim Sejeong ‘Today’s Webtoon’ yang tayang di hari yang sama dengan ‘Big Mouth’ naik ke peringkat nasional dengan rata-rata 3,4 persen untuk episode kelimanya. Ini menandai adanya peningkatan sederhana dari episode sebelumnya.

Sementara itu, drama ‘Big Mouth’ ini dibintangi oleh Lee Jong Suk dan YoonA SNSD.

Dramanya mengisahkan tentang seorang pengacara kelas tiga secara kebetulan menangani kasus pembunuhan. Ia pun menggali lebih dalam kebenaran yang tersembunyi.

Drama ini berisikan catatan pertempuran yang dihadapi oleh seorang pengacara dari kelas menengah ke bawah yang harus menjadi lebih jahat daripada penjahat. Ini dilakukan demi melindungi dirinya dan keluarganya dan menghukum orang-orang jahat di dunia yang penuh dengan konspirasi dan keserakahan atas kekuasaan dan modal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menutup Kesenjangan Layanan Kesehatan melalui Koperasi Desa

Oleh: Yandi Arya Adinegara )*Kesenjangan layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masihmenjadi pekerjaan rumah besar dalam pembangunan nasional. Di satu sisi, kota-kota besar menikmati akses rumah sakit modern, tenaga medis memadai, sertadistribusi obat yang relatif lancar. Di sisi lain, banyak desa masih menghadapiketerbatasan fasilitas kesehatan, minimnya ketersediaan obat, hingga rendahnyaketerjangkauan layanan bagi masyarakat.Dalam konteks inilah, langkah pemerintah menghadirkan Koperasi Desa/Kelurahan(Kopdes) Merah Putih sebagai simpul layanan kesehatan sekaligus pusat ekonomidesa patut diapresiasi sebagai terobosan strategis dan relevan dengan kebutuhanzaman.Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih tidakhanya dirancang sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga menjadi ujungtombak pelayanan kesehatan masyarakat desa. Setiap koperasi akan dilengkapidengan gerai obat dan klinik kesehatan, sebuah inovasi yang secara langsungmenyasar persoalan klasik: keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan. Pernyataan ini bukan sekadar wacana, melainkan bagian dari desainkebijakan yang terintegrasi lintas sektor.Selama ini, salah satu persoalan mendasar adalah masih adanya warga desa yang belum terjangkau oleh program jaminan kesehatan nasional. Kehadiran klinik desaberbasis koperasi membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan layanankesehatan yang lebih dekat, murah, dan mudah diakses. Ferry Juliantonomenekankan bahwa pemerintah ingin memastikan masyarakat desa memperolehjaminan pelayanan kesehatan yang layak, melalui sinergi antara Kementerian Koperasi, Kementerian Kesehatan, dan BPJS Kesehatan.Langkah kolaboratif ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahamanantara Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito. Kerja sama tersebut tidak hanya bertujuanmemperluas cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional...
- Advertisement -

Baca berita yang ini