Christian Bale Mengenang Heath Ledger sebagai Joker

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Christian Bale tak bisa lupa bagaimana peran maksimal seorang Heath Ledger yang memerankan Joker dalam film The Dark Knight yang rilis 12 tahun lalu, 12 Juli 2008 di Inggris.

Mengutip The Independent, Selasa 21 Juli, Bale dalam sebuah wawancara mengungkap, bahwa mendiang Ledger yang tewas bunuh diri beberapa bulan sebelum film dirilis, memiliki komitmen besar dan kerja optimal sebagai seorang aktor.

Bahkan, Bale mengungkap, Ledger pernah diminta untuk dipukul secara nyata sebagai adegan dalam film besutan Christopher Nilan tersebut.

“Seperti yang Anda lihat dalam film, Batman mulai memukuli Joker dan menyadari ini bukan musuh Anda yang biasa. Karena semakin aku memukulnya, semakin dia menikmatinya. Semakin aku memberinya kepuasan,” kata Bale dalam wawancara tahun 2008, yang kembali diulas sebagai momen nostalgia.

Dalam wawancara yang muncul pada buku 100 Things Batman Fans Should Know & Do Before They Die itu, Bale menyebut Ledger agak menghasutnya. Padahal, Bale tak ingin memukulnya secara nyata.

“Ini akan terlihat sama baiknya jika saya tidak melakukannya. Dan dia malah mengatakan ‘Teruskan. Teruskan. Teruskan,” ujar Bale.

Bale melanjutkan, aktor yang meninggal dunia beberapa bulan sebelum film itu rilis sempat membanting dirinya sendiri pada saat pengambilan gambar film itu. Malah, ada dinding ubin di dalam set itu yang retak dan penyok akibat dia melemparkan dirinya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini