Cegah Penyebaran Covid-19, Yuk Gunting Masker Sebelum Dibuang!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia memang mengubah kehidupan kita. Termasuk menuntut gaya hidup baru yang serba bersih dan steril.

Salah satunya ialah penggunaan masker. Masker menjadi barang primadona yang wajib dimiliki masyarakat di masa seperti ini.

Meski bisa melindungi wajah dari paparan Covid-19, kamu harus paham bahwa saat membuang masker sekali pakai, ada beberapa aturan yang wajib dilakukan. Hal itu bertujuan untuk menghentikan penyebaran Covid-19 dari limbah masker.

Dalam virtual meeting yang diadakan di Live Instagram, Satgas Covid-19 Sub Bidang Penanganan Limbah Medis gencar melakukan sosialisasi penanganan limbah masker. Limbah masker termasuk kategori limbah B3 yang tidak bisa diolah secara mandiri.

“Penanganan limbah masker untuk di rumah sakit atau fasilitas layanan kesehatan sudah sesuai aturan. Ada protokolnya. Namun bagaimana penanganan limbah masker untuk pasien yang positif Covid-19 dan menjalankan isolasi mandiri. Ini yang perlu disadari,” kata dr Lia Partakusuma dari Sub Bidang Penanganan Limbah Medis Satgas Covid-19.

Lia mengatakan, yang perlu diperhatikan dalam penanganan limbah masker di masyarakat adalah menggunting menjadi dua bagian dan memotong tali masker. Setelah digunting, masker disemprot disinfektan, kemudian dimasukkan ke dalam wadah bisa berupa amplop atau kantong plastik daur ulang yang ditutup rapat.

“Kalau perlu pasang gambar tengkorak. Biar orang takut,” ucap Lia.

Tujuan merusak masker menjadi dua bagian dan memotong tali menurut Lia, untuk mengurangi potensi pihak yang tidak bertanggungjawab mendaur ulang masker dan dijual kembali. Pasalnya, penjualan masker daur ulang sempat terjadi.

Untuk itu, ada baiknya kita ikut menekan penularan Covid-19 dengan maksimal. Termasuk dengan cara memperhatikan limbah masker, dan mengguntingnya sebelum dibuang.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kekuatan Cadangan Devisa Tegaskan Resiliensi Ekonomi Indonesia

Oleh: Feya Annisa )*Ketahanan ekonomi Indonesia kembali menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih penuh ketidakpastian. Salah satu indikator yang mencerminkan kondisi tersebut adalah posisicadangan devisa nasional yang tetap berada pada level memadaimeskipun menghadapi berbagai tekanan eksternal. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat. Angka tersebut memanglebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap berada pada tingkat yang sangat aman untuk menopang kebutuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan global yang masih berlangsung, kemampuanIndonesia mempertahankan cadangan devisa pada level tersebutmenunjukkan tingginya resiliensi ekonomi nasional. Tidak semua negara mampu menjaga posisi devisa yang kuat ketika menghadapi tekananpasar keuangan internasional. Bank Indonesia menjelaskan bahwa perkembangan cadangan devisapada Mei juga dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah sertapenerimaan negara dari sektor pajak dan jasa. Faktor-faktor tersebutmemberikan dukungan terhadap ketahanan eksternal Indonesia sehinggaposisi devisa tetap berada pada level yang mampu menopang berbagaikebutuhan strategis nasional.Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini