Buat yang Masih Nyepelein Corona! Nih Dengerin Pesan Kocak dari Komika Bintang Emon

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Hingga saat ini, masih banyak orang yang meremehkan virus corona atau COVID-19. Bagaimana tidak, disaat Pemerintah mengimbau untu di rumah saja, mereka malah memanfaatkan hal tersebut untuk liburan dan nongkrong-nongkrong di tempat umum.

Komika stand up comedy Bintang Emon membuat imbauan kocak untuk warga agar waspada terharap virus corona. Melalui laman media sosialnya, Twitter dan Instagram, Bintang Emon memberikan pesan menohok bagi orang-orang yang menganggap enteng Covid-19.

“Teruntuk teman-temanku yang masih memiliki kewajiban keluar rumah, mohon hat-hati, kesehatannya dijaga. Untuk teman-temanku yang masih bilang, ‘Yaelah Tang santai aja. Nyawa kita di tangan Tuhan’. Mohon maaf Paman Boboho kalau emang itu prinsip Ente. Ente jongkok noh di tengah jalan tol sambil bilang, ‘Nyawa kita di tangan Tuhan’, kalau nggak dicipok Inova lu,” kata Bintang Emon dilihat, Senin 23 Maret 2020.

“Emang nyawa kita di tangan Tuhan, cuma kan harus usaha kitanya. Ada ikhtiar sebelum tawakal. Makanya kalau pelajaran agama jangan main QQ nggak masuk ke kepala lu,” sindirnya lagi.

View this post on Instagram

Izin menyampaikan pesan melalui DPO ??

A post shared by Gusti Bintang (@bintangemon) on

Meski disampaikan dengan nada bercanda, apa yang dikatakan Bintang Emon cukup ‘menyentil’ orang-orang yang kurang waspada pada virus yang telah membunuh belasan ribu orang di berbagai dunia itu.

Dengan cara yang menghibut, komika bernama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra itu, kesal dengan teman-temannya yang juga masih berani bilang tak masalah meninggal dunia.

Bintang Emon prihatin orang-orang itu masih bisa bilang seperti itu tanpa melihat bahaya Corona untuk orang-orang di sekitarnya.

“Ya gue juga nggak apa-apa kalau lo meninggal. Asal lo meninggal, jasad lo menguap, ilang. Lo kalau meninggal karena remehin Corona yang lain bisa kena, orang yang mandiin lo, orang yang nguburin lo orang catering di tahlilan lo kena. Ya Allah jahat banget lo,” katanya.

“Dia nggak ngerti apa-apa cuma bungkusin lemper doang kena. Beda cerita kalau lo udah waspada, ada cara nanganinnya,” lanjut Bintang.

Bintang Emon juga mengingatkan untuk ikut melakukan social distancing yang dianjurkan Pemerintah. Hal ini penting untuk memutus rantai penyebaran Corona dengan social distancing itu sangat penting. Kini sudah bukan saatnya menjadikan corona sebagai bahan lelucon.

“Kita juga kalau diarahkan buat social distancing ya nurut tolong. Ada orang batuk lo hindarin, jangan ada orang batuk lo deketin, ‘Batuk pak haji?’. Ya kena Crona lu. Jangan sampai meninggal karena bercanda,” kesalnya.

“Sudah ada porsi masing-masing, nih dokter nyembuhin, pemerintah ngatur, kita pasien nurut sama arahan. Lo kalau pasien bandel, dokter ngambek, sembuhnya gimana bos?” ucapnya lagi.

“Masuk angin doang dikerokin beres. Corona dikerokin yang ngerokin ikut kena juga. Beda Corona mah biar kata gejala batu-batuk lo minumin obat batuk, obat batuknya bingung, ‘Ya Allah ini bukan job desk gue ini’. Obat batuknya kena Corona,” kata dia.

Tuh gaes dengerin Bintang yaaa…. Bener juga kan apa yang dia bilang…

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini