Penguatan Infrastruktur Satelit Dukung Resiliensi Media Nasional

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi kedaulatan digital nasional melalui pengembangan ekosistem satelit sebagai infrastruktur strategis yang menopang konektivitas, ketahanan informasi, dan resiliensi media di seluruh Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan layanan komunikasi dan penyebaran informasi tetap berjalan andal, termasuk di wilayah terdepan, terluar, tertinggal (3T), daerah perbatasan, maupun saat terjadi kondisi darurat.

Di tengah pesatnya transformasi digital dan meningkatnya ancaman terhadap ruang siber, pemerintah menilai penguatan infrastruktur satelit tidak hanya berkaitan dengan penyediaan akses internet, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga kedaulatan informasi serta memperkuat ekosistem media nasional. Kehadiran infrastruktur satelit yang semakin modern diharapkan mampu mendukung pemerataan akses komunikasi, memperkuat layanan publik, sekaligus menjaga ketahanan informasi nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pengoperasian Satelit Nusantara Lima merupakan tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang berdaulat di bidang digital dan teknologi antariksa.

“Dengan Satelit Nusantara Lima, Indonesia menunjukkan bahwa kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memperkuat kedaulatan digital melalui infrastruktur strategis yang dibangun untuk kepentingan nasional,” ujar Meutya.

Pemerintah juga terus mengombinasikan pembangunan satelit dengan jaringan serat optik, BTS, dan teknologi Low Earth Orbit (LEO) guna memperluas konektivitas nasional secara lebih merata.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa pengelolaan infrastruktur digital, termasuk spektrum frekuensi radio dan satelit, menjadi fondasi penting dalam menjaga daya saing bangsa di era digital.

“Frekuensi radio dan infrastruktur digital merupakan aset strategis yang menopang komunikasi, layanan publik, serta perkembangan teknologi nasional. Pengelolaannya menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, pakar transformasi digital dari Universitas Indonesia, Firman Kurniawan, menilai penguatan infrastruktur satelit akan memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan ekosistem media dan penyebaran informasi yang lebih merata.

“Resiliensi media di era digital sangat bergantung pada infrastruktur komunikasi yang kuat. Semakin andal konektivitas nasional, semakin besar pula kemampuan media dalam menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” katanya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Satelit Indonesia dan Jalan Panjang Menjaga Kedaulatan Informasi Nasional

Oleh: Abdul Nuhaiman*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kedaulataninformasi nasional melalui percepatan pembangunan infrastruktur satelit sebagaifondasi transformasi digital Indonesia. Langkah strategis tersebut tidak hanyamemastikan konektivitas menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tetapi juga memperkuat ketahanan nasional di bidangkomunikasi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, hingga pertahanan dan keamanan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, penguatan kapasitassatelit nasional menjadi bukti bahwa pemerintah mempersiapkan Indonesia agar mampu berdiri sejajar dengan negara-negara maju sebagai bangsa yang mandiri, berdaulat, dan berdaya saing dalam mengelola ruang digital maupun ruang antariksa. Peluncuran satelit multifungsi SATRIA-1 menjadi salah satu langkah penting dalammemperluas akses internet, khususnya di wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal. Satelit tersebut dirancang untuk melayani ribuan titik layanan publik seperti sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Kehadiran satelit nasional bukan hanya mempersempit kesenjangan digital antarwilayah, tetapi juga memberikan kesempatan yang lebih merata bagi masyarakatdalam memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi digital. Dengansemakin luasnya akses internet, peluang pengembangan usaha mikro, pembelajarandaring, dan pelayanan publik berbasis digital juga semakin meningkat.Di sisi lain, penguasaan satelit tidak cukup hanya dengan memiliki perangkat yang mengorbit di angkasa. Indonesia juga perlu membangun ekosistem industri antariksayang kuat, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, riset teknologi, manufaktur komponen, hingga kemampuan mengoperasikan dan memelihara satelitsecara mandiri. Selama ini sebagian besar teknologi satelit masih melibatkan kerjasama dengan perusahaan luar negeri. Kerja sama tersebut memang penting sebagaibagian dari transfer teknologi, namun dalam jangka panjang Indonesia perlumeningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada negara lain. Perguruan tinggi, lembaga penelitian, industri teknologi, dan pemerintah perlumemperkuat kolaborasi agar inovasi di bidang antariksa dapat berkembang secaraberkelanjutan.Selain aspek teknologi, tantangan lain yang tidak kalah penting adalah perlindunganterhadap data nasional. Perkembangan kecerdasan buatan, komputasi awan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini