Beda Tinggi Badan, Zendaya dan Tom Holland Banjir Kritik Netizen

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Zendaya dan Tom Holland menjadi pasangan yang menyita perhatian publik. Setelah cinlok dalam film Spider-Man: Homecoming, Zendaya dan Tom menuai kritikan dari netizen.

Netizen menganggap, Tom dan Zendaya pasangan yang kurang cocok. Terlebih soal tinggi badan yang lebih menjulang pada Zendaya dan berpengaruh pada proses syuting film mereka.

Persoalan itu nyatanya smapai di telinga Zendaya. Dengan santai, ia menanggapi omongan tersebut.

“Dia seharusnya dengan lembut menurunkan MJ di jembatan dan berjalan menjauh darinya. Tetapi karena perbedaan tinggi kami, kami menjadi terikat, jadi saya mendarat di depannya. Kaki saya telah menyentuh tanah sebelum dia menurunkan saya,” kata Zendaya.

Sementara itu, Tom Holland juga buka suara soal tinggi badannya yang kurang dari Zendaya. Tom tetap merasa pede dan tak termakan omongan netizen.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa tentang tinggi badan saya,” katanya kepada GQ. “Aku bisa menambah lebih banyak otot,” kata Tom.

Tom Holland dan Zendaya menjadi pasangan yang terlibat cinta lokasi di film Spider-Man. Sayang, kisha cinta mereka kerap diliputi kejanggalan dan disebut settingan.

Meksi begitu, Tom dan Zendaya tetap memamerkan kemesraan mereka. Keduanya pun sering saling memuji di sosial media.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini