Apa Sih yang Dipikirkan Pria Usai Bercinta? Dari Durasi Hingga Babak Kedua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Saling berpelukan dengan pasanganmu setelah bercinta adalah salah satu momen yang menyenangkan. Namun, kamu juga harus mengetahui bahwa pria sebenarnya memiliki banyak pertanyaan di benak mereka!

Pikiran mereka berputar setelah mereka bercinta, sungguh! Tidak sedikit pria yang khawatir tentang apakah pasangan mereka menyukai berhubungan seks dengannya atau apakah mereka cukup baik di atas ranjang.

Melansir Times of India, berikut yang umumnya pria pikirkan setelah bercinta dengan pasangannya:

“Apakah dia menikmatinya?”

Cowok lebih suka mendengar umpan balik dari perempuan yang dicintainya. Apakah pasangannya menyukai bercinta dengannya atau tidak. Setiap cowok ingin tahu apakah pasangannya benar-benar menikmati moment tersebut. Mereka juga penasaran ingin mengetahui apakah pasangan mereka bersemangat untuk melanjutkan “babak” kedua!

“Apakah dia orgasme?”

Ini adalah pertanyaan yang memenuhi pikiran banyak pria di dunia. Well, setiap pria adalah yang paling skeptis tentang orgasme dan kesenangan. Karena umumnya, pria cenderung lebih cepat mencapai klimaks ketimbang perempuan, mereka suka berpikir pasangannya juga telah mencapai klimaks. Tetapi sebagian besar waktu, ini tidak terjadi. Salah satu hal yang menyakitkan bagi pria adalah ketika ia mengetahui pasangannya belum mencapai klimaks alias orgasme.

“Apakah saya selesai terlalu cepat?”

Setiap pria yang “selesai” dalam hitungan menit atau bahkan detik memikirkan hal ini. Mereka merasa malu karena orgasme yang mungkin terlalu dini, dibandingkan dengan pasangannya.

“Apakah saya yang terbaik yang pernah dia miliki?”

Mengetahui bahwa kamu menikmati moment bercinta dengan pasanganmu adalah pencapaian terbaik untuknya. Mereka benar-benar menyukai kenyataan bahwa pasangan mereka berpikir mereka melakukan hubungan seks terbaik dengannya. Lebih lanjut, pria ingin mengetahui apa yang membuat mereka berbeda dari pria lain yang pernah berhubungan seks dengan pasangan mereka.

“Ada apa setelah ini?”

Kaum perempuan, pria berpikir tentang memiliki putaran kedua. Setelah berhubungan seks, pria cenderung memikirkan masa depan dengan perempuan yang ia cintai, kecuali jika itu bukan hubungan biasa. Maka, pria berpikir untuk diam-diam keluar dari apartemen dan naik taksi berikutnya ke rumah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini