Angelina Jolie Dirumorkan Tuntut FBI, Kenapa Ya?

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Baru-baru ini muncul rumor terkait bintang Hollywood, Angelina Jolie. Hal ini berkaitan dengan kasus penyelidikan atas insiden dugaan kekerasan dalam rumah tangga di jet pribadi pada beberapa tahun lalu.

Melansir dari ET, pengajuan gugatan tersebut sesuai dengan deskripsi insiden pesawat pada 2016. Insiden itulah yang menyebabkan Angelina Jolie dan Brad Pitt berpisah.

Dalam dokumen gugatannya menampilkan nama ‘Jane Doe’ yang menglaim memiliki ‘status publik’ dan ingin tetap anonim. Gugatan itu diajukan di bawah Freedom of Information Act.

Wanita tersebut diduga Angelina Jolie yang mencari informasi tentang penyelidikan agensi atas insiden kekerasan dalam rumah tangga. Melibatkan penggugat dan anak-anaknya yang masih di bawah umur sebagai korban dan saksi.

“Beberapa tahun lalu, ketika penggugat dan suaminya serta anak-anak mereka saat itu bepergian dengan pesawat pribadi. Sang suami diduga menyerang penggugat dan anak-anak secara fisik dan verbal,” tulis wanita itu dalam gugatannya.

FBI pun mengumumkan secara terbuka akan menutup penyelidikan atas insiden tersebut tanpa ada tindakan lebih lanjut. Namun hingga kini belum ada komentar resmi dari Angelina atau perwakilan Brad terkait laporan tersebut.

Sementara itu, Brad Pitt belum lama ini menuntut Angelina Jolie. Baca selengkapnya di sini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Teknologi dan Infrastruktur Air Menjadi Andalan Menghadapi Tantangan Kemarau

Oleh: Rendra Fathian )*Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah antisipatif dalammenghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan berlangsung lebihkering dibandingkan kondisi normal. Tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino mendorong pemerintah untuk mengedepankanpemanfaatan teknologi serta penguatan infrastruktur air sebagaiinstrumen utama dalam menjaga ketahanan masyarakat, keberlanjutansektor pertanian, dan stabilitas pembangunan nasional.Upaya pemerintah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanyaberfokus pada penanganan dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menempatkan mitigasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan. Pendekatan yang berbasis data, teknologi, dan koordinasilintas sektor menjadi fondasi untuk memastikan masyarakat dapatmenghadapi musim kemarau dengan kesiapan yang lebih baik.Peringatan mengenai potensi kemarau yang lebih kering telahdisampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi mengalami fenomena El Nino pada tahun 2026. Prediksitersebut telah disampaikan sejak Maret 2026 dan kemudian diperkuatoleh informasi yang dirilis Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada awal Juni 2026.Menurut Faisal, El Nino dan musim kemarau merupakan dua fenomenayang berbeda, namun keduanya dapat memengaruhi kondisi curah hujandi berbagai wilayah Indonesia. Hasil pemantauan BMKG hingga akhir Mei menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka yang mengindikasikankondisi El Nino, sementara sebagian wilayah Indonesia telah memasukimusim kemarau.Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan risiko iklim menjadi salah satukekuatan yang dimiliki Indonesia saat ini. Dukungan data dari BMKG, pemantauan satelit, serta sistem peringatan dini memungkinkanpemerintah daerah dan berbagai instansi terkait mengambil keputusanberdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan ini jauh lebih efektifdibandingkan mengandalkan respons setelah dampak kekeringan mulaidirasakan masyarakat.Di Jawa Barat, misalnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini