Tokoh Papua Bersatu Kecam Penembakan Pilot dan Dukung Penegakan Hukum

Baca Juga

Oleh: Yosua Jikwa )*

Peristiwa penembakan yang menewaskan pilot Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas F. Goselin, serta pembakaran pesawat AMA PK-RCY di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, telah memantik keprihatinan luas dari berbagai kalangan. Di balik dukayang mendalam, tragedi tersebut juga memperlihatkan satu kesamaan sikap yang menguat di Papua, yakni penolakan terhadap segala bentuk kekerasan serta dukungan terhadappenegakan hukum yang dilakukan pemerintah. Kesamaan pandangan itu menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan pelayanan kemanusiaantetap dapat menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman.

Serangan terhadap penerbangan sipil bukan sekadar tindak kriminal yang menghilangkannyawa seseorang. Dampaknya jauh lebih luas karena penerbangan perintis merupakan uratnadi pelayanan bagi masyarakat Papua. Selama bertahun-tahun, pesawat sipil telah menjadisarana utama untuk mengangkut tenaga kesehatan, guru, rohaniwan, obat-obatan, logistik, serta berbagai kebutuhan pokok menuju daerah-daerah yang sulit dijangkau. Ketika penerbangan kemanusiaan menjadi sasaran kekerasan, masyarakat yang paling merasakandampaknya adalah warga di wilayah terpencil yang bergantung pada layanan tersebut.

Pemerintah menunjukkan respons cepat melalui koordinasi lintas sektor dan komitmen untukmengusut tuntas pelaku. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, DjamariChaniago, menegaskan bahwa pembunuhan pilot sipil dan pembakaran pesawat merupakantindakan kriminal yang tidak dapat ditoleransi. Ia berpandangan bahwa negara berkewajibanmemberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjamin keberlangsungan pelayananpublik melalui penegakan hukum yang tegas dan profesional.

Komitmen tersebut diperkuat oleh Kepala Biro Humas dan Data Informasi Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen TNI Honi Havana, M.MDS, yang menjelaskan bahwa pemerintah terus membangun koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintahdaerah, dan instansi terkait agar proses evakuasi, penyelidikan, serta pengamanan wilayah berjalan secara efektif. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalammenangani insiden tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan keselamatan masyarakat.

Dukungan terhadap langkah pemerintah datang dari berbagai tokoh Papua. KetuaPerhimpunan Advokasi Kebijakan dan Hak Asasi Manusia Papua, Dr. Methodius Kossay, mengecam tindakan penembakan pilot dan pembakaran pesawat karena bertentangan denganhukum maupun nilai-nilai kemanusiaan. Ia menilai pesawat AMA selama ini menjalankanpelayanan kemanusiaan yang membantu masyarakat pedalaman melalui distribusi tenagakesehatan, guru, rohaniwan, obat-obatan, serta logistik. Oleh sebab itu, ia mendorong aparatpenegak hukum mengusut tuntas pelaku secara profesional, independen, transparan, dan akuntabel.

Nada kecaman yang sama disampaikan Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus MatopaiYou, yang memandang pembunuhan pilot dan pembakaran pesawat sebagai tindakan yang tidak memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilaikemanusiaan. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui cara-cara damai dan sesuai koridor hukum sehingga keamanan masyarakat tetap terjaga.

Sikap serupa juga ditunjukkan Uskup Keuskupan Agats-Asmat, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, yang mengecam tindakan brutal kelompok kriminal bersenjata terhadappenerbangan sipil. Ia berpandangan bahwa kekerasan terhadap misi kemanusiaan hanya akanmemperbesar penderitaan masyarakat Papua sehingga penegakan hukum yang tegas menjadilangkah yang diperlukan untuk memberikan efek jera sekaligus menjamin keselamatanmasyarakat.

Dari kalangan gereja Protestan, Pendeta Ronald Rischard Tapilatu mengutuk segala bentukkekerasan di Papua dan berpandangan bahwa proses penyelesaian harus dilakukan melaluiinvestigasi yang kredibel dengan tetap menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia. Menurutnya, penegakan hukum yang profesional akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap upaya negara dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. A.G. Socratez Yoman juga mengecam keras pembunuhan pilot AMA dan mendorong investigasi independen terhadap peristiwa tersebut. Meskipun memilikipandangan tersendiri mengenai mekanisme investigasi, sikap tersebut tetap menunjukkanadanya kesamaan penolakan terhadap tindakan kekerasan yang merenggut nyawa seorangpilot sipil yang tengah menjalankan tugas kemanusiaan.

Dari pihak operator penerbangan, Direktur PT Associated Mission Aviation, Bob Kayadu, mengecam keras insiden tersebut dan menegaskan bahwa pesawat AMA selama iniberoperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah terpencil. Ia juga membantahberbagai tudingan mengenai pengangkutan logistik militer serta menegaskan bahwa seluruhaktivitas penerbangan difokuskan pada pelayanan kemanusiaan. Penjelasan tersebutmemperlihatkan bahwa korban sedang menjalankan tugas yang memberikan manfaat nyatabagi masyarakat Papua.

Komunitas penerbangan nasional pun menunjukkan solidaritas. Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Capt. Muammar Reza Nugraha, mengecam pembunuhan terhadap pilot sipil dan menilai bahwa penguatan keamanan penerbangan harus menjadi prioritas. Ia berpandanganbahwa keselamatan awak pesawat merupakan syarat utama agar distribusi logistik, pelayanankesehatan, pendidikan, dan berbagai aktivitas kemanusiaan dapat terus berlangsung tanpagangguan.

Kesamaan sikap para tokoh tersebut menunjukkan bahwa penolakan terhadap kekerasan telahmenjadi komitmen bersama yang melampaui perbedaan latar belakang maupun organisasi. Dukungan terhadap penegakan hukum juga memperlihatkan adanya harapan agar setiaptindakan kriminal diproses secara adil sehingga keamanan masyarakat dan pelayanan publiktetap terjamin. Sinergi antara pemerintah dan tokoh masyarakat menjadi modal penting dalammembangun stabilitas yang dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan di Papua.

)*

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Demo Mahasiswa dan Komitmen Pemerintah Menjaga Ruang Demokrasi

Oleh: Dimas Yanuardi)*Demonstrasi mahasiswa menjadi bagian tidak terpisahkan dari perjalanan demokrasiIndonesia. Sejak era reformasi, kampus berperan sebagai ruang lahirnya berbagaigagasan kritis yang mendorong perubahan kebijakan publik sekaligus menjadipenyeimbang dalam kehidupan bernegara sehingga kehadiran mahasiswa di ruangpublik pada dasarnya mencerminkan dinamika demokrasi yang hidup dan memberiruang bagi partisipasi warga negara.Namun, demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari banyaknya kritik yang disampaikan, melainkan juga dari kemampuan seluruh pihak mengelola perbedaanpendapat secara konstruktif. Kritik yang disampaikan melalui jalur konstitusionalperlu dipandang sebagai masukan untuk memperbaiki kebijakan, sementarapenyelenggara negara berkewajiban memastikan ruang penyampaian aspirasi tetapterbuka tanpa mengabaikan ketertiban umum dan hak masyarakat lainnya.Pemerintah terus menunjukkan komitmen untuk membuka ruang dialog denganberbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan. Berbagai forum komunikasi, audiensi, serta mekanismepenyampaian aspirasi terus diperkuat agar setiap masukan dapat menjadi bahanevaluasi dalam penyusunan maupun penyempurnaan kebijakan publik. Pendekatanyang mengedepankan komunikasi, transparansi, dan kolaborasi menjadi landasanpemerintah dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan setiapkebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah membutuhkan kritik sebagaibagian dari proses memperbaiki diri. Menurutnya, kritik merupakan unsur pentingdalam kehidupan demokrasi karena dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintahdalam menyempurnakan berbagai kebijakan yang dijalankan.Presiden Prabowo tidak menempatkan kritik sebagai ancaman, melainkan sebagaibagian dari mekanisme kontrol publik. Sikap terbuka terhadap masukan menjadisalah satu indikator bahwa pemerintah memahami pentingnya partisipasimasyarakat dalam proses pembangunan nasional.Di sisi lain, Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa demokrasi harus dijagaagar tidak disalahgunakan untuk tindakan yang justru merusak kehidupanberbangsa. Ia menegaskan bahwa kritik perlu disampaikan secara bertanggungjawab tanpa mengarah pada tindakan yang mengganggu ketertiban, memecahpersatuan, atau merusak institusi demokrasi itu sendiri.Pandangan tersebut sesungguhnya menegaskan dua prinsip yang berjalanberiringan. Negara wajib melindungi kebebasan menyampaikan pendapat, tetapisetiap warga negara juga memiliki tanggung jawab menjaga agar kebebasantersebut tetap berada dalam koridor hukum dan kepentingan bersama.Karena itu, demonstrasi seharusnya dipahami sebagai sarana komunikasi antaramasyarakat dengan pemerintah. Aksi penyampaian aspirasi akan lebih efektifapabila mampu menghadirkan argumentasi yang kuat, berbasis data, sertamembuka peluang lahirnya solusi, bukan sekadar memperbesar polarisasi di ruangpublik.Direktur Eksekutif Kata Rakyat, Alwan Ola Riantobi, menilai dialog antarapemerintah dan mahasiswa perlu terus dibuka sebagai bagian dari penguatandemokrasi. Menurutnya, komunikasi yang intensif akan membantu memperkecilkesalahpahaman sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap proses pengambilan kebijakan.Pendekatan dialogis memang menjadi salah satu karakter penting demokrasimodern. Ketika ruang komunikasi tersedia secara terbuka, aspirasi masyarakatdapat disampaikan lebih efektif, sementara pemerintah memiliki kesempatanmenjelaskan latar belakang dan tujuan kebijakan yang diambil.Dialog juga memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan sekadar meredakanketegangan sesaat. Melalui komunikasi yang berkelanjutan, pemerintah dan kelompok masyarakat dapat membangun pemahaman bersama mengenai berbagaipersoalan strategis yang sedang dihadapi bangsa.Di sisi lain, kualitas demokrasi juga tercermin dari bagaimana aparat negara menjalankan tugasnya saat mengawal penyampaian pendapat di muka umum. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan menghormati hak-hak konstitusional warga negara.Pengamat politik Boni Hargens menilai pendekatan aparat kepolisian dalammenangani aksi demonstrasi belakangan menunjukkan kecenderungan yang semakin humanis. Menurutnya, perubahan tersebut mencerminkan komitmennegara dalam memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasisecara damai sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban.Pendekatan yang mengedepankan komunikasi dan persuasi memiliki arti pentingdalam membangun kepercayaan publik. Ketika aparat mampu menjalankan tugassecara profesional tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat, maka legitimasi institusinegara...
- Advertisement -

Baca berita yang ini