Pemerintah Tegaskan Perang Melawan Korupsi demi Tata Kelola yang Bersih

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat perang melawan korupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, berkeadilan, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemiskinan masih menjadi tantangan besar bangsa.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak terlepas dari berbagai praktik ekonomi ilegal, terutama korupsi dan penyelundupan kekayaan negara.

“Tantangan masih besar. Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal,” ujar Prabowo.

Prabowo menekankan bahwa stabilitas keamanan dan kepastian hukum merupakan fondasi utama pembangunan.

“Tak mungkin ada pertumbuhan ekonomi dan investasi tanpa kepastian hukum, tidak mungkin ada keadilan tanpa pemerintah yang bersih dan pemerintah yang penuh dengan korupsi.” ujarnya.

Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum sehingga penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa diskriminasi.

“Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang dan tidak boleh ada siapa pun yang kebal terhadap hukum,” tegasnya.

Komitmen tersebut diperkuat pemerintah melalui pengawasan terhadap seluruh program strategis nasional.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperkuat agar setiap program berjalan secara akuntabel dan bebas dari praktik korupsi.

“Semangatnya kita, kita betul-betul mau berusaha sekeras-kerasnya memerangi budaya korupsi ini,” kata Prasetyo Hadi.

Ia menjelaskan seluruh kementerian dan lembaga berada dalam pengawasan rutin, sementara Presiden secara langsung melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Di sisi penegakan hukum, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri menetapkan empat tersangka dalam penyidikan dugaan korupsi penjualan BBM secara non-tunai antara PT Pertamina Patra Niaga dan PT Asmin Koalindo Tuhup periode 2009–2012.

Kepala Bagian Operasi Kortas Tipidkor Polri Komisaris Besar, Ahmad Yusuf, menyatakan, jika penyidikan menemukan adanya dugaan penyimpangan.

“Penyidikan menemukan adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan secara bertahap dan sistematis melalui perubahan mekanisme kerja sama yang justru semakin menguntungkan pihak pembeli meski memiliki riwayat tunggakan pembayaran.” ujar Ahmad.

Berdasarkan hasil audit BPKP, kasus tersebut diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar USD30,37 juta atau sekitar Rp486 miliar.

Langkah penindakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pemberantasan korupsi berjalan konsisten demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tokoh Papua Lintas Elemen Mendukung Penegakan Hukum atas Tragedi Pilot AMA

Oleh: Yohanes Wandikbo )*Tragedi penembakan yang menewaskan pilot pesawat Associated Mission Aviation (AMA), Nicholas F. Goselin, serta pembakaran pesawat AMA PK-RCY di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, telah memunculkan duka mendalam sekaligus keprihatinan dari berbagaikalangan. Peristiwa tersebut bukan hanya menghilangkan nyawa seorang pilot sipil yang tengah menjalankan misi kemanusiaan, tetapi juga mengganggu pelayanan publik yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat di wilayah pedalaman Papua. Di tengah situasitersebut, dukungan terhadap langkah pemerintah untuk mengusut tuntas pelaku dan menegakkan hukum justru semakin menguat. Berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemanusiaan, hingga komunitas profesi penerbangan menyampaikan sikap yang sejalan bahwa tindakan kekerasan terhadap penerbangan sipil tidak dapat dibenarkan dan harus diproses sesuai hukum yang berlaku.Pemerintah bergerak cepat merespons insiden tersebut melalui koordinasi lintas kementeriandan lembaga. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, mengecam keras pembunuhan pilot dan pembakaran pesawat AMA yang diduga dilakukanoleh kelompok kriminal bersenjata. Ia menegaskan bahwa negara tidak akan mentoleransisetiap bentuk kekerasan terhadap warga sipil maupun tenaga kemanusiaan serta memastikanaparat keamanan akan melakukan penegakan hukum secara tegas agar masyarakatmemperoleh rasa aman dan pelayanan publik tetap berjalan.Kepala Biro Humas...
- Advertisement -

Baca berita yang ini