Oleh: Rita Nurwati)*
Demokrasi yang sehat tercermin dari adanya kebebasan masyarakat dalam menyampaikanpendapat tanpa tekanan maupun intervensi. Kondisi tersebut saat ini dinilai masih terjaga di Indonesia, terutama melalui ruang terbuka bagi mahasiswa dan masyarakat untukmenyampaikan aspirasi terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menegaskan komitmennya untuk tetap menghormatiseluruh aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat maupun mahasiswa sesuai denganketentuan hukum yang berlaku. Sikap ini menunjukkan bahwa kebebasan berekspresi tetapmenjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi nasional.
Plt. Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah(Bakom) RI, Kurnia Ramadhana mengatakan pemerintah tidak melakukan intervensiterhadap aksi demonstrasi, termasuk berbagai aksi yang berkaitan dengan dukungan terhadapProgram Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, tudingan mengenai adanyapengondisian pemerintah terhadap demonstrasi tersebut tidak benar.
Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah memberikan ruang yang sama bagiseluruh kelompok masyarakat untuk menyampaikan pandangan mereka, baik yang mendukung maupun mengkritik kebijakan pemerintah. Dalam sistem demokrasi, perbedaanpendapat merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari proses pembangunan kebijakanpublik yang lebih baik.
Kurnia Ramadhana juga menegaskan bahwa kebebasan berpendapat telah dijamin dalamperaturan perundang-undangan di Indonesia. Karena itu, setiap warga negara memiliki hakuntuk menyampaikan aspirasi secara terbuka selama dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Sikap pemerintah yang menghormati kedua belah pihak, baik pendukung maupun pengkritikkebijakan, dinilai menjadi cerminan demokrasi yang berjalan sehat. Pemerintah tidakmembedakan perlakuan terhadap kelompok masyarakat yang memiliki pandangan berbedadan tetap membuka ruang dialog secara terbuka.
Di tengah berbagai dinamika yang berkembang terkait pelaksanaan Program MBG, pemerintah juga terus melakukan pembenahan agar program tersebut dapat berjalan semakinefektif dan tepat sasaran. Upaya penyempurnaan tata kelola dilakukan sebagai bentukkeseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Langkah evaluasi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup diri terhadap kritikmaupun masukan publik. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat dipandangsebagai bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan nasional. Dengan demikian, demonstrasi tidak hanya menjadi sarana penyampaian pendapat, tetapi juga bagian darimekanisme demokrasi yang konstruktif.
Pemerintah memastikan seluruh masukan dari masyarakat akan dicatat dan dipertimbangkandalam proses perumusan maupun evaluasi kebijakan publik. Pendekatan tersebutmemperlihatkan adanya hubungan yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat dalammembangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
Selain itu, Wakil Menteri Luar Negeri, Anis Matta mengatakan gelombang aksimahasiswa yang terjadi belakangan ini justru menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia berjalan dengan sehat dan dinamis. Aksi mahasiswa merupakan bentuk kebebasanberekspresi yang dijamin oleh konstitusi. Keberadaan demonstrasi tidak perlu dipandangsebagai sesuatu yang mengkhawatirkan, melainkan sebagai indikator bahwa ruang partisipasipublik masih terbuka luas di Indonesia.
Ia menilai hubungan antara negara dan masyarakat sipil selama ini berlangsung harmonis. Meski terdapat kritik maupun ketidakpuasan terhadap berbagai kebijakan pemerintah, kondisitersebut merupakan bagian alami dalam kehidupan demokrasi. Kritik yang disampaikanmahasiswa dinilai dapat menjadi masukan positif bagi pemerintah untuk terus meningkatkankualitas kinerja.
Selain itu, keterbukaan pemerintah dalam memberikan ruang kepada mahasiswa untukmenyampaikan aspirasi diyakini dapat mendorong terciptanya pemerintahan yang semakinresponsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam demokrasi yang sehat, kritik dan masukanpublik menjadi elemen penting untuk memperkuat kualitas kebijakan nasional.
Anis Matta juga mengapresiasi mahasiswa yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasimasyarakat. Mahasiswa dinilai memiliki peran penting sebagai representasi suara publikterhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswadalam menyampaikan pendapat secara damai menunjukkan bahwa budaya demokrasi di Indonesia terus tumbuh dengan baik. Demonstrasi yang berlangsung tertib dan sesuai aturanmencerminkan kedewasaan masyarakat dalam menggunakan hak kebebasan berekspresi.
Keterbukaan ruang demokrasi mencerminkan semakin kuatnya partisipasi masyarakat dalamproses pembangunan melalui penyampaian aspirasi, diskusi publik, maupun demonstrasiyang berlangsung secara damai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa demokrasi Indonesia tidak hanya berjalan sebagai mekanisme formal, tetapi juga hidup dalam praktik kehidupanberbangsa, di mana pemerintah menjamin kebebasan berpendapat, sementara masyarakat dan mahasiswa memanfaatkan ruang tersebut secara bertanggung jawab. Hubungan yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat menjadi modal penting dalam mendorongkebijakan yang lebih aspiratif dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Demokrasi yang sehat ditandai oleh terjaganya keseimbangan antara stabilitas dan kebebasansipil. Penghormatan terhadap hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, disertaiketerbukaan pemerintah dalam menerima kritik dan masukan, menjadi fondasi bagi tata kelola pemerintahan yang demokratis dan inklusif. Dengan menjaga ruang dialog yang sehatserta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu membangun demokrasi yang semakin dewasa, responsif, dan berorientasipada kepentingan bersama.
)* Penulis adalah Mahasiswa tinggal di Jakarta

