one

Ini Ucapan Terakhir Brigadir J Sebelum Tewas Dieksekusi Ferdy Sambo

MATA INDONESIA, JAKARTA - Senin 17 Oktober 2022, sidang perdana terdakwa Ferdy Sambo digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Dalam persidangan perdana ini jaksa mengungkapkan secara detail detik-detik Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat meninggal dunia akibat tembakan.Sebelum menembak mati...

Pahlawan Terakhir dari Republik: Pompeius yang Agung

MATA INDONESIA, JAKARTA - Walau bukan seorang bangsawan, ternyata Pompeius aluas Pompei bisa jadi orang yang berpengaruh. Pada masanya, ia adalah figur yang berani dan cerdas di era Republik Romawi Akhir.Ia memulai karirnya di militer sejak belia. Dan ikut...

Dewi Ereshkigal: Penguasa Dunia Bawah yang Pertama

MATA INDONESIA, JAKARTA - Mesopotamia Kuno punya banyak budaya dan cerita. Kali ini, ceritanya tentang kematian dan neraka.Seperti budaya-budaya lain, mereka percaya akan kehidupan setelah kematian. Di dunia bawah (atau neraka), ada seorang Dewi bernama Ereshkigal, ratu dari neraka....

Korupsi dan Penghianatan Penyebab Runtuhnya Kota Roma

MATA INDONESIA, JAKARTA - Di awal abad ke-5 SM, bagian barat kota Roma runtuh karena invasi dan imigrasi masal kaum barbar. Kota yang terkenal karena kemegahannya hancur lebur. Tak ada yang tersisa selain puing-puing bangunan dan warganya yang ketakutan.Ihwal...

Misteri Kisah Cinta Ratu Syeba dan Raja Solomon

MATA INDONESIA, JAKARTA - Ratu Syeba, atau terkenal dengan nama lain Makeda. Ia merupakan seorang ratu dari kerajaan Ethiopia yang lahir pada tahun 960 SM. Kisah hidupnya banyak muncul dalam sejarah Al-Quran dan Alkitab. Namun, penelitian tentangnya masih belum...

Istilah Cuci Tangan Berasal dari Pontius Pilate: Orang yang Mengeksekusi Yesus

MATA INDONESIA, JAKARTA - Kisah penyaliban Yesus merupakah sebuah cerita yang mengubah banyak hal di dunia. Namun, terlepas dari kisahnya, terdapat beberapa orang yang memiliki peran penting dalam kejadian ini. Contohnya, orang yang menjatuhkan eksekusi, seperti Pontius Pilate.Termasuk istilah...

Kekejaman dan Ketamakan Raja Xerxes Membuat Persia Bangkrut

MATA INDONESIA, JAKARTA - Raja Xerxes I merupakan anak tengah dari Darius the Great, Raja Persia yang berkuasa pada 522 SM hingga 486 SM. Ibunya merupakan seorang putri dari Cyrus the Great, Raja sekaligus penemu Dinasti Akhemeniyah.Sebenarnya, Xerxes bukanlah...

Misteri Bangsa Skithia dari Iran yang Hilang

MATA INDONESIA, JAKARTA - Bangsa Skithia merupakan sekelompok orang-orang penunggang kuda yang hidup secara nomaden.Mereka berasal dari Iran dan telah menjelajahi banyak tempat di Eurasia. Seperti melintasi wilayah luas Kazakhstan hingga Ukraina, Cekungan Laut Hitam, Siberia, dan juga Kaukus....

Kiamat Sudah Semakin Dekat, Sungai Eufrat dan Tigris Makin Mengering

MATA INDONESIA, QATAR - Danau Bendungan Eufrat di Suriah Timur semakin mengering. Tak hanya itu, dari balik dalamnya air di danau tersebut muncul sebuah situs pemakaman arkeologi besar. Sejumlah arkeolog kaget dengan penemuan ini. Situs ini berasal dari peradaban Bizantium....

Alcibiades, Sahabat Socrates yang Manipulatif dan Terbunuh karena Selingkuh

MATA INDONESIA, JAKARTA - Tersebutlah seorang politisi Athena bernama Alcibiades. Ia seorang yang brilian dan menawan. Alcibiades adalah murid dan teman Socrates serta salah satu ahli strategi terbaik untuk mengarungi lautan pada abad ke-5 SM. Namanya cukup terkenal saat itu dan...

About Me

6601 KIRIMAN
4 KOMENTAR
- Advertisement -spot_img

Latest News

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -spot_img