Hiruk Pikuk Politik Saat Ini Harus Diwaspadai

Baca Juga

Penulis: Gunung Hutapea *)

MATA INDONESIA – Hiruk pikuk politik saat ini apabila tidak diwaspadai bisa menjelma menjadi parahara nasional yang akan menyengsarakan rakyat.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat dan bangsa perlu merenung dan belajar dari pengalaman berbagai negara dibelahan dunia seperti, Irak, Libanon, Afghanistan dan Suriah yang hingga saat ini tak kunjung berkesudahan.

Berbagai analisis dan sinyalemen mengatakan bahwa pergolakan yang terjadi di negara negara tersebut sarat dengan campur tangan pihak asing melalui operasi intelijen.

Polanya adalah memperuncing situasi dan kondisi sosial serta politik baik secara ideologis, politis, sentimen sosial maupun kepentingan pragmatis.

Pertanyaannya, apakah hal serupa bisa juga terjadi di Indonesia? Jawabannya sangat mungkin, dikarenakan keinginan kuat untuk menancapkan pengaruh politik dan ekonominya di Indonesia.

Berbagai polemik, perbedaan pandangan atas ideologi Pancasila, gelora sentimen yang semakin tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat yang sedang menghadapi terpaan Covid19 dan ekonomi yang semakin memburuk dapat dimanfaatkan oleh pihak luar yang memiliki kepentingan politik dan kepentingan di Indonesia.

TNI yang merupakan kekuatan inti negara dalam menjaga serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah, tentu perlu melakukan antisipasi dini dan melakukan tindakan-tindakan preventif untuk meredam gejolak politik yang sedang terjadi yang tentu diperlukan dukungan seluruh masyarakat. Demikian juga Tontonan di media TV (Talk Show).

Media sosial, serta adanya sejumlah tokoh dan akademisi melontarkan berbagai pendapat yang secara sadar atau tidak dengan bahasa-bahasa yang tidak etis, provokatif dan tidak mendidik dapat menjadi sumbu meluasnya pertentangan serta polarisasi.

Semua itu perlu direnungkan dengan hati yang jernih dan akal sehat sebelum menjadi prahara yang mengguncang sendi-sendi ke-Indonesia-an.

Dalam hubungan itu, Ormas Pemuda Pancasila tidak pernah lelah dan tidak henti-hentinya menyerukan kepada semua pihak untuk mengendalikan keadaan demi terpeliharanya suasana yang damai dan rukun, karena masyarakat menunggu!

Pancasila Abadi! “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang.”

*) Penulis adalah Ketua Bidang Organisasi & Keanggotaan Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini