Begini Kecepatan Penyebaran Virus Corona

Baca Juga

MATAINDONESIA, – Dalam perang, pengetahuan tentang musuh adalah prasyarat untuk menang.

Demikian juga dengan perang melawan virus Corona. Kelangsungan hidup kita bergantung pada kemauan dan kemampuan kita semua untuk belajar dan memahami virus yang menjadi musuh bersama ini.

Nah, apa yang sudah Anda ketahui tentang virus Corona dan Covid-19, penyakit yang ditimbulkannya?

Kita memasuki minggu kedua (atau ketiga?) darurat Covid-19 di Indonesia. Kecuali Anda baru keluar dari gua, seharusnya Anda tahu bahwa Covid-19 adalah penyakit yang sangat cepat menyebar.

Semoga Anda juga tahu bahwa penyakit ini menyebar melalui percikan (droplet) dari bersin atau batuk orang yang menjadi pembawa (carrier) virus Corona.

Karena mekanisme penularan ini, kita perlu paham lebih banyak tentang bersin, percikan, dan daya tahan virus Corona di permukaan yang terkena percikan.

Penelitian menunjukkan bahwa percikan bersin bisa terbang 2 sampai 4 meter (Ya, ada lho ilmuwan yang berkarir meneliti mekanika bersin!).

Bersin ternyata menghasilkan percikan dengan berbagai ukuran, sebagian besar tidak terlihat oleh mata telanjang. Jangkauan percikan tergantung pada ukurannya. Percikan yang kecil bahkan bisa terbawa aliran udara dan mencapai jarak sangat jauh.

Penelitian juga menunjukkan bahwa percikan bersin melaju dengan sangat cepat. Menurut satu sumber, kecepatan percikan bisa mencapai 160 kilometer per jam.

Katakanlah Anda berdiri 2 meter dari seseorang yang bersin. Percikan dari orang tersebut akan mengenai Anda dalam 0.045 detik. Kurang dari sekedipan mata! Kalau ada orang bersin tanpa menutup mulutnya, orang-orang yang ada di dekatnya sudah hampir pasti tidak sempat menghindar dari percikan.

Kalau tidak terkena percikan langsung dari orang yang bersin atau batuk, berarti aman dong? Tidak juga.

Percikan yang membawa virus Corona bisa menempel di berbagai permukaan yang disentuh oleh banyak orang: handel pintu, pegangan tangan di kereta, jok motor atau mobil, bangku gereja, lantai atau karpet masjid, dan seterusnya.

Jika Anda menyentuh permukaan yang terkontaminasi, tangan Anda pun mungkin membawa virus Corona. Hanya perlu satu kali sentuhan ke wajah sebelum virus tersebut memasuki tubuh. Dan siapa sih yang tidak ingin menggaruk atau menyeka hidung, mata, mulut, atau wajah yang sedang gatal?

Penelitian menunjukkan bahwa virus Corona bisa bertahan berjam-jam, bahkan berhari-hari, di permukaan-permukaan tersebut. Rincinya bisa dilihat di infografis yang dibuat oleh Lembaga Eijkman. Virus Corona paling cepat mati di permukaan aluminium. Itu pun setelah 2 sampai 8 jam.

Apa artinya? Katakanlah seorang pembawa Corona bersin atau batuk di kantor, ruang kelas, atau tempat ibadah. Meja, kursi, tembok, pintu, dan lantai di sekitarnya berpotensi menjadi media penyebaran virus Corona selama beberapa jam atau hari ke depan.

Tentu lain halnya jika seluruh permukaan tersebut disterilisasi. Tapi seberapa banyak kantor, sekolah, tempat hiburan, dan tempat ibadah yang membersihkan seluruh permukaan ruangan setiap sekian jam sekali?

Lantas bagaimana? Yang paling gampang, minimalkan kontak dengan orang lain. Bekerja, belajar, dan beribadahlah dari rumah. Tentu ada di antara kita yang harus bekerja di luar rumah. Kita semua maklum sekaligus bergantung pada mereka yang tetap harus bekerja di luar rumah: para dokter, perawat, petugas PLN, pengantar barang, dan lain-lain.

Tapi untuk yang lainnya, selain untuk memenuhi kebutuhan paling mendasar, diam di rumah adalah tindakan paling bijak saat ini.

Penulis: Anindito Aditomo

ninoaditomo.blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini