Hana Hanifah Ungkap Tarif Rp 20 Juta dan Reaksi Ibunya saat Terseret Kasus Dugaan Prostitusi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktris FTV Hana Hanifah beberapa waktu lalu membuat heboh publik karena ditangkap atas dugaan kasus prostitusi di Medan. Hana kemudian telah dipulangkan lantaran hanya berstatus sebagai saksi.

Atas penangkapan tersebut namanya tercoreng. Bukan prostitusi, Hana mengklarifikasi bahwa ia hanya sekadar melakukan photoshoot di Medan.

Meski demikain, ia tak menampik ia yang sedang melakukan photoshoot seksi di salah satu hotel di Medan itu sempat “ditawar”. Namun, ia tidak memberikan respons apa pun dan 20 juta yang disebut barang bukti pun disebut Hana adalah honor melakukan photoshoot.

BACA JUGA: Jawaban ‘Ngegas’ Hana Hanifah ke Netizen Nyinyir yang Sebut Dirinya ‘Open Booking’

“Ada (konsep) seksi tapi nggak sampai telanjang, gue nggak nerima photoshoot kalau sampai telanjang. Batas gue pakai tank top atau celana pendek, menurut gue pakai tank top doang seksi. Niatnya photoshoot sambil liburan tapi nggak tahunya begitu,” ucap Hana seperti yang dilansir dari podcast yang dibagikan Deddy Corbuzier, Rabu 5 Juli 2020.

“Ada penawaran (prostitusi) tapi di situ gue belum nerima, belum apa-apa. Pas photoshoot ditawarin, gue nggak jawab,” terang Hana.

Selain itu, Hana menceritakan kondisi sang ibunda saat mendengar sang putri diberitakan terlibat prostitusi. Hana mengatakan kondisi sang ibu yang tengah sakit itu begitu syok.

“Kalau yang tahu aku sih mereka tidak percaya aku seperti itu. Tanggapan mama agak sedikit syok melihat anaknya diberitain prostitusi yang enggak-enggak. Mamaku syok dan nangis, apalagi mama punya penyakit yang dalam lah,” kata Hana.

BACA JUGA: Geger! Video Gerebek Apartemen Mewah Hana Hanifah, Percakapan Uang Halal Jadi Sorotan

Hana menyebutkan jika sang ibu adalah orang yang menguatkannya karena dugaan kasus prostitusi. Hana sendiri juga mengaku berusaha untuk tidak menghiraukan komentar jahat warganet.

“Mama ngomong gini ‘Hana ambil saja hikmahnya, mungkin Allah lagi naikin derajat Hana dengan cara kaya gini. Mama yakin mama nggak kaya gini, jangan dengarin apa kata orang’ kata mama gitu. Mama yang bikin aku kuat,” ucap Hana sembari menahan tangis.

Hana pun menyebutkan jika ibunya sempat menanyakan kebenaran dari pemberitaan yang beredar. Hana memastikan sang ibu jika hal tersebut salah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini