Geger Jenazah Hidup Lagi Saat Mau Difoto, Endingnya Gak Diduga-duga, Merinding!

Baca Juga

MATA INDONESIA, INDIA – Seorang fotografer asal India, Tomy Thomas dikejutkan dengan sebuah peristiwa tak biasa. Berawal saat ia diminta untuk memotret jenazah seorang pria bernama Sivadasan yang telah meninggal.

Dilansir dari The News Minute, Jumat, 17 Juli 2020, peristiwa terjadi pada Minggu, 12 Juli 2020 lalu. Saat itu, Tomy diminta kepolisian untuk memotret jenazah Sivadasan.

Hasil fotonya bakal digunakan kepolisian sebagai laporan pemeriksaan. Namun tiba-tiba terjadi hal mengejutkan. Saat hendak memotret, terdengar suara gemetar dari jenazah Sivadasan.

Tomy bercerita, kala itu jenazah Sivadasan masih terbaring di lantai rumahnya. Kabarnya, ia ditemukan tewas di rumah tersebut dan belum jelas apa penyebabnya.

Sivadasan mengalami luka di kepala. Dan saat jenazah hendak dipotret, kepalanya masih berlumur darah yang sudah mengering.

“Karena cahaya di dalam ruangan tidak memadai untuk difoto, saya membungkuk ke arah lelaki itu untuk menyalakan saklar lampu. Saat itulah saya mendengar suara,” kata Tomy.

Tomy mendadak merinding. Ia heran mengapa jenazah tersebut seperti akan bangkit lagi. Ia lantas segera menghubungi polisi untuk mengecek kembali jenazah Sivadasan.

Dan ternyata, Sivadasan belum mati. Kini, ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Misi Jubilee di Thrissur, India.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Tata Kelola Komoditas melalui Danantara

Oleh: Nur Utunissa*Penguatan tata kelola komoditas nasional kembali menjadi fokus penting dalam arahpembangunan ekonomi Indonesia. Di tengah dinamika perdagangan global yang semakinkompetitif, pemerintah mulai mendorong sistem pengelolaan sumber daya alam yang lebihterintegrasi, transparan, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi perhatian adalah penguatan peran Danantaradalam pengelolaan ekspor komoditas strategis Indonesia. Kebijakan ini dipandang sebagai upayamemastikan kekayaan sumber daya alam benar-benar memberikan manfaat optimal bagipembangunan nasional, penguatan devisa, serta ketahanan ekonomi jangka panjang.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam tata niagakomoditas. Sebagai salah satu eksportir utama batu bara, minyak sawit, dan mineral strategislainnya, Indonesia memiliki posisi penting dalam rantai pasok global. Namun, besarnya potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan dampak maksimalterhadap penerimaan negara maupun penguatan ekonomi domestik. Pemerintah melihat masihadanya celah dalam pengawasan transaksi perdagangan, termasuk persoalan ketidaksesuaianpencatatan nilai ekspor, lemahnya kontrol devisa hasil ekspor, hingga praktik transfer pricing yang merugikan kepentingan nasional.Dalam kerangka memperkuat pengawasan tersebut, Badan Pengelola Investasi Danantaramembentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia guna memperbaiki tata kelola eksporkomoditas strategis nasional sekaligus mencegah praktik perdagangan ilegal. Kehadiranperusahaan baru ini diproyeksikan menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kontrolnegara terhadap arus perdagangan sumber daya alam yang selama ini menjadi salah satupenopang utama perekonomian nasional.Pemerintah juga menunjuk mantan direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Luke Thomas...
- Advertisement -

Baca berita yang ini