TANGERANG SELATAN, Minews – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperkuat komitmen pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis teknologi tinggi melalui peluncuran program Tangsel Digital Academy. Program strategis ini diresmikan di Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory pada Kamis, 30 Juli 2026.
Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Tangsel, dan Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS). Inisiasi Tangsel Digital Academy mencerminkan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara umara, ulama, dan akademisi.
Pemerintah Kota Tangsel memandang kehadiran para ulama sebagai sebuah kehormatan untuk senantiasa mendapatkan arahan dan doa dalam menjalankan roda pemerintahan. Selain itu, keterlibatan pakar teknologi informasi nasional sekaligus Rektor ITTS, Ir. Onno W. Purbo, M.Eng., Ph.D., turut memberikan dorongan keahlian teknis yang nyata bagi masyarakat, khususnya kalangan santri di Kota Tangerang Selatan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menegaskan bahwa visi daerah yang dipimpinnya adalah “Terwujudnya Tangsel Unggul, Menuju Kota Lestari, Saling Terkoneksi, Efektif dan Efisien”. “Adapun misi pertamanya berfokus secara khusus pada pembangunan SDM yang unggul,” ujar Benyamin.
Kendati demikian, Benyamin mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh melunturkan nilai-nilai moral yang menjadi akar masyarakat. Ia menegaskan bahwa keunggulan sebuah daerah tidak cukup dinilai dari megahnya infrastruktur fisik semata.
“Namun, keunggulan dan kecerdasan sebuah kota tidak boleh hanya diukur dari gedung-gedung tinggi atau canggihnya aplikasi di pemerintah kota. Tangerang Selatan adalah kota yang dibangun di atas fondasi nilai-nilai religius dan kultur agama yang kuat,” ujarnya.
Sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap transformasi digital pesantren, Pemkot Tangsel memastikan kesiapan infrastruktur penunjang. Benyamin pun memberikan instruksi khusus kepada Dinas Komunikasi dan Informatika agar mengawal akses jaringan internet secara optimal dan aman.
“Kepada Kepala Diskominfo dan jajarannya, saya instruksikan: Pastikan infrastruktur dan akses internet/Wi-Fi yang kita fasilitasi di pesantren benar-benar terjaga, aman, dan dimanfaatkan optimal untuk kegiatan belajar serta produktivitas santri,” tegas Benyamin.
Lebih lanjut, Benyamin berpesan kepada ribuan santri yang hadir agar memanfaatkan kesempatan melalui seminar Artificial Intelligence (AI) serta program beasiswa dari ITTS. Para santri didorong untuk menjadi motor penggerak dakwah digital yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Manfaatkan kesempatan emas dengan adanya seminar AI dan beasiswa dari ITTS ini. Pelajari koding, kuasai AI, syiarkan kegiatan hingga konten dakwah di pesantren Anda sekalian. Buktikan bahwa santri Tangsel adalah santri yang adaptif, inovatif, dan siap menjadi pemain utama di era digital tanpa kehilangan akhlakul karimah,” pesan Benyamin.
“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, program Tangsel Digital Academy beserta penandatanganan kerja sama lintas sektor tersebut resmi dibuka. Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berharap dapat melahirkan generasi muda pesantren yang cerdas, modern, serta teguh memegang nilai-nilai keagamaan,” pungkasnya.

