Viral! Barang-barang di Mal Rusak karena Ditumbuhi Jamur

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Media sosial dihebohkan dengan foto-foto yang menampilkan sejumlah barah-barang di sebuah mal dipenuhi jamur. Hal ini akibat mal tak beroperasi selama dua bulan akibat Covid-19.

Barang-barang ini diduga milik sebuah mall di Malaysia. Puluhan barang yang dipajang di etalase, terutama yang memiliki bahan rusak dipenuhi jamur coklat muda. Bahkan, ada tas-tas yang diperkirakan berharga jutaan rupiah ikut rusak.

Melansir Must Share News, Selasa 12 Mei 2020, sudah hampir dua bulan Malaysia melakukan lockdown atau Movement Control Order (MCO) untuk menekan penyebaran virus Corona. Pemerintah setempat memberlakukan MCO pada 18 Maret 2020, dan akan diperpanjang hingga 9 Juni.

BACA JUGA: Viral di TikTok! Rumah Aneh yang Penjelasannya Bikin Tepok Jidat

Namun, baru-baru ini pemerintah Malaysia mulai melonggarkan aturan MCO, dengan mengizinkan kembali area publik termasuk mal untuk beroperasi. Hal ini nampak dari sebuah postingan di Facebook yang memperlihatkan kondisi di dalam sebuah department store.

Di mana barang-barang seperti sepatu, dompet, tas kulit dan barang lainnya ditumbuhi jamur karena sudah ditinggalkan dua bulan dalam toko. Beberapa foto menunjukkan, tas selempang merk Camel Active yang dibanderol dengan harga RM679 atau sekitar Rp2,3 juta pun ditumbuhi jamur.

“Bisa (kembali) buka toko juga tak ada gunanya… semua barang-barang rusak setelah ditinggalkan dalam toko selama dua bulan,” tulis akun Facebook tersebut.

BACA JUGA: Viral! Video Jenazah Melambaikan Tangan ketika Hendak Dikubur

Postingan yang diunggah pada Minggu 10 MEI 2020 itu pun menjadi viral dan sudah dibagikan lebih dari 26 ribu kali. Diketahui foto tersebut diambil di department store METROJAYA, Sabah, Malaysia.

Viralnya video ini pun membuat banyak netizen prihatin dan khawatir. Akankah toko bisa beroperasi normal saat lockdown berakhir nanti, sebab kerusakan barang-barang tersebut sangat parah.

Tak hanya barang jualannya saja, bahkan properti dalam toko seperti tempat duduk juga tak luput dimakan jamur. Dalam foto tersebut juga terlihat sofa untuk pelanggan mencoba sepatu dipenuhi titik-titik putih jamur.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini