Heboh! Wanita Ini Minum Sperma demi Cegah Virus Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Berbagai cara dilakukan seseorang untuk menangkal virus corona. Mulai dari yang umum yakni mempraktikkan hidup bersih dengan mencuci tangan hingga melakukan hal yang di luar nalar.

Seperti yang dilakukan oleh Tracy Kiss, ibu sekaligus personal trainer asal Inggris, mengaku mengonsumsi sperma pasangannya untuk mencegah infeksi virus corona.

“Saya menemukan metode alternatif bebas biaya dan ramah vegan untuk meningkatkan sistem imun. Anda tak selalu tahu apa yang dikandung obat-obatan kimia. Ini jauh lebih baik buat tubuh karena minum sesuatu yang tidak mengandung bahan kimia,” kata Tracy Kiss seperti dikutip dari Metro, Selasa 12 Mei 2020.

Cara meminumnya, Kiss mencampurkan sperma pasangannya ke dalam racikan smoothie yang biasanya terdiri dari aneka jenis berry dan pisang. Sperma yang paling baik dikonsumsi, kata dia, adalah sperma yang ‘segar dari asalnya’.

Bahkan saking antimainstreamnya, tak jarang dia menyimpannya dalam freezer.  Dia meyakini konsumsi sperma bisa menghindarkan dirinya dari virus corona.

Langkah ini pun ia barengi dengan gaya hidup sehat dan suplemen yang membantu daya tahan tubuh.

Sejak 2017 mengonsumsi sperma, Tracy Kiss mengaku tidak pernah terkena infeksi flu. Bahkan kulitnya pun jadi lebih bersih karenanya.

“Konsumsi sperma itu enggak ada bedanya dengan konsumsi madu dan air lemon saat Anda radang tenggorokan. Ini hanya terapi lain tapi bebas biaya. Anda pun tak harus punya pasangan, minta saja pada teman pria yang Anda rasa sehat,” katanya.

Apa yang dilakukan Kiss terdengar tabu. Namun jika dilihat dari komposisinya, sperma memang mengandung beberapa nutrisi penting buat tubuh. Mengutip dari Healthline, sperma mengandung protein, zinc, fruktosa, sodium, lemak, kolesterol dan vitamin B12.

Dalam sebuah tinjauan pada 2013, ditemukan rata-rata kandungan protein pada sperma sebanyak 5,04 miligram per 100 mililiter sperma. Karena sekali ejakulasi mampu memproduksi 5 mililiter sperma, maka rata-rata protein dalam sekali ejakulasi sebanyak 252 miligram.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini