Ada-ada Aja, Pria Ini Gelisah Pacar Hantunya Bakal Selingkuh Pas Lockdown

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sejak pandemi corona (COVID-19) melanda, seluruh masyarakat dunia diminta untuk jaga jarak. Bagi yang punya pasangan pun jadi jarang ketemu pacarnya, apalagi dengan adanya kebijakan lockdown.

Selama masa lockdown atau karantina ini banyak orang yang merasa putus asa dengan hubungan asmaranya. Sebagian orang merasa khawatir pasangannya akn selingkuh, seperti yang dirasakan oleh pria asal New Jersey, Amerika Serikat berikut ini.

Gary DeNoia, pria ini khawatir hubungannya dengan pacarnya akan berjalan buruk. Sebab, sang pacar yang diketahui Lisa bebas bepergian sementara ia harus tunduk pada aturan pemerintah dengan di rumah saja.

Menurut Gary, Lisa adalah hantu yang dipacarinya selama dua tahun terakhir. Lisa bebas pergi kemana-mana sebab kekasihnya itu adalah hantu.

Melansir Daily Star, Selasa 11 Mei 2020, awal-awal karantina adalah hal menyenangkan bagi Gary karena ia dan Lisa menghabiskan banyak waktu di rumah. Gary bahkan bercinta dengan hantu layaknya pasangan normal pada umumnya.

“Awalnya, kami menghabiskan setiap hari bersama selama sebulan. Jersey City adalah episentrum sejak awal selama ini, terutama tempat kami tinggal,” jelasnya.

“Dia akan membantuku memasak dan melipat cucian. Kami nonton banyak acara TV dan jelas berhubungan seks. Sepanjang waktu. Itu menyenangkan, tetapi melelahkan,” lanjutnya.

BACA JUGA: 4 Kisah Hantu Cantik Tanah Air, Berani Ketemu?

Namun belakangan, Gary tak lagi tenang semenjak Lisa melanggar aturan karantina. Ia takut jika hantu itu selingkuh dengan pria lain saat ia terkurung di rumah.

“Dia bisa berada di mana saja dengan siapa saja dan saya selalu merasa aman dalam hubungan kami, tetapi akhir-akhir ini kami tidak banyak berhubungan seks. Aku khawatir dia selingkuh. Dia bilang aku paranoid,” ujarnya.

“Bulan lalu dia keluar setiap saat. Tidak pernah memberitahuku ke mana dia pergi. Katanya dia pacaran dengan seorang teman,” lanjutnya.

Ia memilih tak membicarakan hal ini dengan keluarganya karena tak ingin menyusahkan mereka. Namun, Gary diketahui curhat dengan rekannya.

“Tapi kadang-kadang aku FaceTime dengan sahabatku Chris dan dia pikir cabin fever membuatku paranoid. Dia mengatakan bahwa Lisa sangat mencintaiku. Semua orang bisa melihatnya,” ungkap Gary.

Senang mendapat dukungan dari sahabatnya, Gary akhirnya bisa kembali berpikir tenang dan akan merayakan ulang tahun dengan Lisa sambil menonton Star Wars secara maraton.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

UU PPRT Disambut Hangat, Buruh Apresiasi LangkahNyata Pemerintah

Oleh: Donny Hutama )*Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi tonggak penting dalam perjalanan kebijakanketenagakerjaan nasional. Regulasi ini tidak hanya menandai hadirnyanegara dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja sektordomestik, tetapi juga menjadi jawaban atas aspirasi panjang yang telahdiperjuangkan selama lebih dari dua dekade.Momentum pengesahan UU PPRT disambut hangat oleh kalangan buruhyang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah konkret pemerintahdalam menghadirkan keadilan. Dukungan ini mencerminkan adanyakepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah yang semakin responsifterhadap kebutuhan pekerja, khususnya kelompok yang selama ini beradadi sektor informal.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, memandang pengesahan UU PPRT sebagai kemenangan bagipekerja rumah tangga di seluruh Indonesia. Ia menilai kehadiran regulasiini menjadi bukti nyata bahwa negara telah memberikan perlindunganyang layak setelah proses perjuangan yang panjang. Ia juga menekankanbahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari komunikasi intensif antarapemerintah dan serikat pekerja yang berlangsung secara konstruktif.Lebih lanjut, Andi Gani mengungkapkan bahwa dialog yang terjalin antarapemerintah, parlemen, dan kalangan buruh sebelumnya telah membukaruang pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk RUU PPRT. Menurut Andi Gani, proses tersebut menunjukkan bahwa pendekatankolaboratif mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak padakepentingan masyarakat luas.Di sisi lain, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menilai pengesahan UU PPRT sebagai tonggak sejarah bagi pekerja sektor domestik. Ia menegaskanbahwa regulasi ini merupakan wujud pelaksanaan amanat konstitusi yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan danpenghidupan yang layak. Dengan demikian, negara memiliki kewajibanuntuk memastikan seluruh pekerja, termasuk pekerja rumah tangga, mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.Puan juga menekankan bahwa UU PPRT membawa perubahanmendasar dalam struktur hubungan kerja pekerja rumah tangga. Hubungan yang sebelumnya bersifat informal kini diarahkan menjadihubungan kerja formal yang memiliki kepastian hukum. Langkah ini dinilaipenting untuk memberikan pengakuan yang lebih kuat terhadap profesipekerja rumah tangga sebagai bagian dari sistem ketenagakerjaannasional.Regulasi tersebut turut mengatur berbagai aspek penting, seperti bataswaktu kerja yang wajar, hak atas waktu istirahat, serta hak cuti dalamberbagai kondisi. Selain itu, perlindungan terhadap keselamatan dankesehatan kerja juga menjadi perhatian utama dalam undang-undang ini. Pemerintah dipandang memiliki peran strategis dalam memastikanimplementasi kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan.Puan menilai bahwa kehadiran UU PPRT juga memberikan kepastian bagipemberi kerja dalam menjalankan hubungan kerja yang lebih profesional. Dengan adanya aturan yang jelas, potensi konflik dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis danberkeadilan.Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, melihatpengesahan UU PPRT sebagai bentuk nyata dari semangat emansipasiperempuan yang terus hidup hingga saat ini. Ia menilai bahwa tanpaperlindungan hukum, gagasan emansipasi hanya akan menjadi retorikatanpa makna. Oleh karena itu, kehadiran UU...
- Advertisement -

Baca berita yang ini