Dibunuh Secara Tragis, Inilah 3 Fakta Kematian Tan Malaka

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia, Tan Malaka, mati secara tragis di tangan bangsanya sendiri. Ia tewas setelah ditembak oleh Tentara Nasional Indonesia. Tak hanya jasadnya, makam Tan Malaka pun hingga kini masih menjadi teka-teki.

Meski begitu, melalui penelitian selama 40 tahun, sejarawan asal Belanda bernama Harry Albert Poeze secara perlahan tapi pasti berhasil mengungkap tabir misteri dari kematian Tan Malaka. Berikut tiga fakta tentang kematian Tan Malaka yang berhasil dikumpulkan oleh Poeze.

1. Dieksekusi oleh Bangsa Sendiri

Dalam bukunya yang berjudul ‘Tan Malaka Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 4: September 1948-Desember 1949’, Poeze berusaha menguak misteri kematian Tan Malaka melalui penelitian yang dilakukannya selama 40 tahun.

Menurut Poeze, Tan Malaka tewas akibat dieksekusi pada 21 Februari 1949 oleh pasukan dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya, di Selopanggung, Kediri, Jawa Timur. Perintah itu datang dari Letda Soekotjo yang menurut Poeze adalah orang kanan yang paling beropini bahwa Tan Malaka harus dihabisi.

2. Ditembak Setelah Sempat Melarikan Diri

Mulanya Tan Malaka telah terlebih dahulu disergap oleh Tentara Republik Indonesia saat berada di markasnya yang terletak di Pace, Jawa Timur. Namun penangkapan tersebut urung dilakukan, hingga akhirnya ia dan 60 orang pengikutnya dibebaskan.

Tan Malaka dan pengikutnya pun kemudian melarikan diri ke selatan Jawa Timur. Namun selama perjalanan, rombongan tersebut ditembaki oleh sekelompok bersenjata hingga akhirnya mereka memecah diri menjadi empat kelompok.

Tan Malaka bersama keempat pengikutnya kemudian pergi ke kawasan Tulungagung untuk mencari batalyon tentara di sana yang sekiranya masih bersimpati kepada mereka. Namun selang dua hari perjalanan, tiba-tiba mereka disergap di suatu desa kecil bernama Selo Panggung dan Tan Malaka pun ditembak mati di tempat ini.

3. Tersangka Tidak Diadili

Tan Malaka dieksekusi setelah sebelumnya sempat dikeluarkan dari tahanan yang tanpa melalui proses pengadilan selama dua setengah tahun. Pihak yang mengomandani proses eksekusi, Soekotjo, bahkan menurut Poeze tidak memperoleh perintah dari atasan atau pimpinan tentara Indonesia.

Sebelum akhirnya berhasil diungkap oleh Poeze, kematian Tan Malaka mulanya sangat ditutup-tutupi. Poeze mengatakan bahwa kematian dari pendiri Partai Murba ini dirahasiakan hingga bertahun-tahun lamanya. Bahkan tidak ada laporan pengusutan lebih lanjut dari kematian Tan Malaka.

Hingga kini, keadilan dari kasus Tan Malaka belum mendapat kejelasan. Meski begitu, keluarganya mengaku telah ikhlas dan hanya meminta pengakuan negara atas hak kepahlawanan Tan Malaka yang selama ini dikaburkan. (Marizke/R)

 

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini