DPRD Kulon Progo Tetapkan Rekomendasi LKPJ Bupati 2025: 46 Catatan Strategis Disampaikan

Baca Juga

Mata Indonesia, Kulon Progo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulon Progo resmi menetapkan Keputusan DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025.

Penetapan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Kresna, Gedung DPRD Kulon Progo, Kamis, 23 April 2026.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kulon Progo, Aris Syarifuddin, didampingi Wakil Ketua I Lajiyo Yok Mulyono, Wakil Ketua II Suharto, serta dihadiri oleh segenap jajaran anggota legislatif.

Dalam forum resmi tersebut, DPRD menyampaikan sedikitnya 46 catatan strategis sebagai rekomendasi atas kinerja eksekutif selama satu tahun anggaran ke belakang.

Fokus Infrastruktur dan Mitigasi Bencana

Rekomendasi yang dibacakan mencakup berbagai sektor krusial, mulai dari ekonomi lokal, estetika infrastruktur, hingga isu pendidikan terkait kebijakan regrouping sekolah.

DPRD juga menyoroti perlunya modernisasi layanan kesehatan dan optimalisasi sektor pariwisata guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu poin yang ditekankan secara khusus adalah kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Legislatif mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat distribusi air bersih guna memitigasi dampak kekeringan di wilayah rawan.

“Kami menekankan agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mitigasi bencana yang konkret. Distribusi air bersih dan optimalisasi sumber daya air harus menjadi prioritas sebelum dampak kekeringan meluas,” ujar Aris Syarifuddin saat memimpin jalannya rapat.

Evaluasi BUMD dan Aspirasi Masyarakat

Terkait tata kelola perusahaan daerah, DPRD mendesak penyelesaian masalah pada sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), salah satunya PT Selo Adikarto (SAK).

Selain itu, penguatan ekonomi desa melalui program padat karya diharapkan dapat ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas SDM di tingkat akar rumput.

DPRD juga meminta agar Pemerintah Kabupaten lebih serius dalam mengakomodasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Dewan.

“Pokok pikiran DPRD ini adalah suara langsung dari masyarakat. Kami berharap eksekutif lebih memprioritaskan aspirasi tersebut agar program pembangunan benar-benar tepat sasaran dan mencerminkan kebutuhan rakyat secara objektif di lapangan,” tambah Aris dalam keterangannya.

Persetujuan Enam Fraksi

Dalam pengambilan keputusan tersebut, seluruh fraksi yang ada di DPRD Kulon Progo—yakni Fraksi Demokrat, Gerindra, PKB, PKS, Golkar, dan PAN—menyatakan persetujuannya terhadap hasil evaluasi LKPJ tersebut.

Rekomendasi ini nantinya tidak hanya disampaikan kepada Bupati Kulon Progo, namun juga ditembuskan ke Pemerintah Provinsi DIY dan Pemerintah Pusat sebagai bahan tindak lanjut dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah di masa mendatang.

Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan pembangunan Kulon Progo yang lebih partisipatif dan berkelanjutan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat dan Misi Menemukan Bakat Terpendam Anak Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi )*Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk kualitas sumber dayamanusia sekaligus membuka peluang bagi setiap anak untuk meraih masa depanyang lebih baik. Namun, masih terdapat anak-anak Indonesia yang menghadapiketerbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas akibat kondisi ekonomikeluarga maupun berbagai hambatan sosial lainnya. Situasi tersebut mendorongpemerintah menghadirkan Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upayamemperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Lebih dari sekadar menyediakan layanan pendidikan, Sekolah Rakyat membawa misi yang lebih besar, yaitu menemukan, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi yang selama ini mungkin belum pernah memperolehkesempatan untuk tumbuh.Setiap anak lahir dengan karakter, minat, dan bakat yang berbeda. Sayangnya, tidaksemua anak memiliki lingkungan maupun fasilitas yang memungkinkan potensitersebut berkembang secara optimal. Keterbatasan ekonomi sering kali membuatanak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar sehingga kesempatanmengasah kemampuan di bidang akademik, olahraga, seni, teknologi, maupunkepemimpinan menjadi sangat terbatas. Melalui pendekatan pendidikan yang lebihkomprehensif, Sekolah Rakyat berupaya memastikan bahwa setiap peserta didikmemperoleh kesempatan yang sama untuk mengenali keunggulan dirinya sejak dini.Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai salah satu prioritas nasional. Dalam kerangka tersebut, Sekolah Rakyat dikembangkan sebagai program pendidikan berasrama yang memberikan aksespendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus menjadibagian dari strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program inidirancang agar peserta didik tidak hanya memperoleh layanan pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, penguatan keterampilan, serta pendampingan yang mendorong mereka menjadi generasi yang mandiri dan berdaya saing. (kemendikdasmen.go.id)Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi yang perlu dikenali dan dikembangkan. Karena itu, pemerintahmemperkuat proses pemetaan bakat dan minat peserta didik melalui berbagaiasesmen sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan karakter sertakeunggulan masing-masing anak. Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswamenemukan bidang yang paling sesuai untuk dikembangkan sehingga merekamemiliki bekal yang lebih kuat dalam merencanakan masa depan. (news.detik.com)Pemetaan bakat menjadi langkah penting karena keberhasilan pendidikan tidakhanya diukur dari nilai akademik semata. Seorang anak dapat memiliki kemampuanluar biasa di bidang seni, olahraga, teknologi, kewirausahaan, maupunkepemimpinan yang membutuhkan ruang untuk berkembang. Dengan mengenalipotensi tersebut sejak dini, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektifkarena disesuaikan dengan karakter dan minat peserta didik. Pendekatan ini juga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri sehingga siswa lebih termotivasi untukterus belajar dan mengembangkan kemampuan terbaiknya.Lingkungan belajar yang mendukung menjadi faktor penting dalam mengoptimalkanpotensi tersebut. Melalui sistem pendidikan berasrama, peserta didik memperolehpendampingan yang lebih intensif, baik dalam aspek akademik maupunpembentukan karakter. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pembimbing yang membantu siswa mengenali kelebihan, mengatasiberbagai tantangan belajar, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupansehari-hari. Pendekatan yang berkesinambungan ini memberikan kesempatan bagisetiap anak untuk berkembang secara utuh.Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan Program SekolahRakyat. Sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dunia usaha, organisasi sosial,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini