Auto Minta Putus, Pacar Pria Ini Habiskan Rp 14 Juta Hanya untuk Biaya Makan

Baca Juga

MATA INDONESIA, MALAYSIA – Curhatan seorang pria meminta saran dari netizen tetang karena ingin putus dengan sang kekasih viral di Facebook. Bukan tanpa sebab, pria itu menghabiskan seluruh gajinya untuk pacarnya.

Curhatannya yang di-posting dalam sebuah media sosial yang disebut UTAR Confessions.

Melansir World of Buzz, pria itu mengatakan bahwa sejak dirinya memiliki pacar, dia menjadi semakin boros. Dia bisa menghabiskan uang sekitar Rp340 ribu rupiah untuk sekali makan.

Dalam sehari, keduanya bisa makan hingga tiga kali. Bisa dibayangkan pria ini bisa menghabiskan uang lebih dari Rp 1 juta rupiah hanya untuk makan bersama pacarnya dalam sehari.

Dalam dua minggu dia menghabiskan uang sekitar Rp 14 juta rupiah hanya untuk makan bersama pacarnya. Jelas ini jumlah yang fantastis. Padahal gaji pria itu juga hanya Rp 14 juta per bulan.

Bisa dibilanh, uang yang ia peroleh setelah bekerja selama sebulan habis hanya dalam waktu 2 minggu saja. Karena itulah dia mencoba untuk memutuskan hubungan dengan pacarnya.

Diakhir curhatannya, dia bertanya kepada para netizen, “Apakah hanya pria yang berpenghasilan lebih dari 30 juta saja yang boleh memiliki pacar?”

Banyak netizen yang penasaran, sebenarnya apa yang sebenarnya pasangan itu makan sehingga harus selalu menghabiskan uang sekitar Rp 340 ribu rupiah untuk sekali makan.

Sementara itu ada netizen lain yang memberikan tanggapan tentang apa yang akan dilakukan oleh orang yang memiliki gaji sekitar Rp14 juta rupiah. Dia mengatakan bahwa jika ada orang yang memiliki gaji sekitar Rp14 juta rupiah, tentunya semua itu tidak akan dihabiskan hanya untuk makan.

Beberapa netizen lain memberikan saran, bahwa pria malang itu tidak harus memiliki gaji sekitar Rp14 juta rupiah untuk bisa berpacaran. Yang perlu dia lakukan hanyalah memutuskan hubungan dengan pacarnya, dan pacaran dengan perempuan lain.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini