Innalillahi! Pemuda 19 Tahun Diperkosa 2 Cewek Muda, Sempat Melawan Tapi Habis Dipukuli

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sebuah kasus pemerkosaan mendadak jadi perbincangan hangat di jagat maya. Pasalnya, yang menjadi korban adalah pria dan pelakunya adalah 2 orang wanita.

Pemerkosaan menggemparkan ini terjadi di Bugulma, sebuah kota kecil di Tatarstan, negara federasi Rusia. Seorang pemuda 19 tahun dilaporkan menjadi korban pemerkosaan dua orang cewek muda berusia 22 tahun dan 32 tahun.

Kedua pelaku disebut sebagai pasangan lesbian. Para pelaku awalnya menjebak korban yang diketahui berprofesi sebagai teknisi ponsel.

Korban dipanggil ke apartemen pelaku untuk memperbaiki iPhone mereka yang rusak. Tapi korban berkata harus membawa iPhone tersebut pulang lantaran alat servis yang dibawanya tidak memadai.

Korban pun pulang dan selang beberapa lama kemudian kembali ke apartemen itu lagi untuk memberikan iPhone dan meminta uang bayarannya.

Di saat inilah, pasangan pelaku tersebut mulai melancarkan aksinya. Mereka menuduh pemuda tersebut telah membuat iPhone-nya tergores dan meminta ganti rugi sebesar Rp 600 ribu.

Korban lantas menolak dan mengatakan jika iPhone sudah dalam kondisi tergores saat diterimanya. “Dua perempuan itu mulai memukuli remaja tersebut. Mereka mengikatnya, lalu memperkosanya menggunakan alat bantu seks,” kata juru bicara kepolisian, dikutip Rabu, 2 Oktober 2019.

Saat memperkosa korban, kedua pelaku menggunakan alat bantu seks. Mereka juga sengaja merekam korban untuk dijadikan alat memeras.

Mereka mengancam akan menyebarkan video pemuda itu jika ia tak mau membayar ganti rugi.

Namun di tengah ancaman kedua pelaku, pemuda tersebut berhasil kabur. Dia pura-pura menyanggupi permintaan pelaku dan berkata akan mengambil uang ganti rugi di rumahnya.

Ia kemudian dilepaskan oleh pelaku dan kemudian kabur menuju kantor polisi. Kepada polisi, ia pun melaporkan segala peristiwa yang menimpa dirinya.

Hingga kini, kasus tersebut pun masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Arah Kebijakan Fiskal Presiden Dorong Optimisme Dunia Usaha

Oleh: Hanif Putra )*Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal(KEM-PPKF) RAPBN 2027 membawa optimisme baru bagi dunia usahadan arah pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menunjukkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki fondasiekonomi yang kuat untuk menghadapi tekanan global sekaligusmempercepat pertumbuhan nasional dalam beberapa tahun mendatang.Kehadiran langsung Presiden Prabowo dalam menyampaikan kerangkakebijakan fiskal dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuatkepercayaan publik dan pelaku usaha. Pemerintah ingin memastikanbahwa arah pembangunan ekonomi nasional berada dalam kendali yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat.Presiden Prabowo menegaskan Indonesia memiliki modal besar berupabonus demografi, pasar domestik yang luas, serta kekayaan sumber dayaalam yang melimpah. Pemerintah memandang kombinasi tersebutmenjadi kekuatan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonominasional yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi.Pemerintah Indonesia optimistis pasar domestik nasional memilikikapasitas yang sangat besar dan mampu menjadi penggerak utamapertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk yang besar dan konsumsi masyarakat yang terus berkembang, pemerintah menilaiIndonesia memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhanekonomi dunia.Selain itu, Presiden Prabowo juga memaparkan ketangguhan ekonomiIndonesia melalui capaian ekspor sejumlah komoditas strategis sepanjang2025. Pemerintah mencatat minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduanbesi menjadi penyumbang devisa besar bagi negara dengan nilaimencapai lebih dari US$65 miliar atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai perdagangan global. Potensi ekonominasional juga dinilai masih sangat besar karena Indonesia memilikisumber daya strategis lain seperti nikel, tembaga, logam tanah jarang, minyak bumi, dan kekayaan maritim yang belum dimaksimalkansepenuhnya.Melihat besarnya potensi tersebut, pemerintah berkomitmen memperkuattata kelola ekonomi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan anggarannegara. Presiden Prabowo menilai peningkatan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto menjadi langkah penting agar kemampuan fiskal Indonesia semakin kuat dan mampu mendukungpembangunan jangka panjang.Pemerintah Indonesia juga mendorong upaya introspeksi nasional dalampengelolaan ekonomi agar kekayaan alam Indonesia benar-benarmemberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah ini dinilaipenting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mengurangiketergantungan terhadap tekanan ekonomi global.Arah kebijakan fiskal yang disampaikan Presiden mendapat sambutanpositif dari kalangan parlemen. Anggota DPR RI Fraksi PKS,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini