Sebelum Menyesal! Orang yang Punya Pikiran Bunuh Diri Wajib Lakukan 4 Hal Ini

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Pikiran untuk bunuh diri bisa sangat sulit untuk dihadapi atau dipahami. Kadang-kadang pikiran itu bisa cepat berlalu, tetapi di lain waktu bisa menjadi dorongan atau fantasi yang lebih kuat. Orang yang memiliki pikiran bunuh diri biasanya membayangkan kelegaan dari rasa sakit yang tampaknya tak tertahankan.

Untungnya, ada cara untuk mengatasi pikiran bunuh diri yang dapat menjauhkan kamu yang memiliki pikiran dari menyakiti diri sendiri dan menuju pemulihan. Meskipun kamu mungkin berpikir akan pernah melakukan, semua pikiran untuk bunuh diri harus ditanggapi dengan serius.

Berikut adalah beberapa 4 hal yang harus dilakukan untuk mengatasi pikiran tentang mengakhiri hidup kamu:

1. Buat jurnal untuk menuliskan pemikiran Kamu.

Setiap hari tulis tentang harapan Kamu untuk masa depan dan orang-orang yang Kamu hargai dalam hidup. Baca apa yang Kamu tulis ketika Kamu perlu mengingatkan diri sendiri mengapa hidup Kamu begitu penting.

2. Pergi keluar bersama teman dan keluarga.

Ketika kita sehat, kita menikmati menghabiskan waktu bersama teman dan keluarga. Ketika kita mengalami depresi, itu menjadi lebih sulit, tetapi itu masih sangat penting. Ini dapat membantu Kamu merasa lebih baik untuk mengunjungi, atau mengizinkan kunjungan dari, keluarga dan teman-teman yang peduli dan dapat mengerti.

3. Hindari narkoba dan alkohol.

Sebagian besar kematian akibat bunuh diri disebabkan oleh dorongan mendadak dan tidak terkendali. Karena narkoba dan alkohol berkontribusi terhadap impuls seperti itu, penting untuk menghindarinya. Obat-obatan dan alkohol juga mengganggu efektivitas obat yang diresepkan untuk depresi.

4. Belajarlah untuk mengenali tanda-tanda peringatan awal Kamu tentang perasaan bunuh diri.

Sering ada tanda-tanda peringatan dalam tubuh Kamu ketika perasaan bunuh diri datang. Ketika Kamu belajar mengelola kesehatanmu sendiri, Kamu akan belajar bagaimana menjadi peka terhadap mereka. Mereka adalah sinyal untuk memperlakukan diri sendiri dengan sangat hati-hati, alih-alih menjadi malu atau marah pada diri sendiri.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini