Akhirnya PSSI Ngaku Bertanggung Jawab atas Tragedi Kanjuruhan

Baca Juga

MATA INDOENSIA, JAKARTA – Setelah sempat ‘cuci tangan’ atas Tragedi Kanjuruhan, PSSI akhirnya mengaku bertanggung jawan penuh atas insiden yang menewaskan 132 orang tersebut.

Hal itu diucapkan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. Sebelumnya, purnawirawan polisi itu sempat menyebut Tragedi Kanjuruhan murni kesalahan panitia pelaksana (panpel) dan security officer yang dinilai lalai.

Setelah mendapat banyak desakan dari warganet, Iriawan akhirnya meminta maaf dan mengaku bertanggung jawab penuh atas Tragedi Kanjuruhan.

“Pertama-tama saya atas nama federasi (PSSI) memohon maaf atas apa yang terjadi. PSSI bertanggung jawab sepenuhnya dari kejadian ini,” ujarnya.

“Bentuk tanggung jawabnya adalah, kami bersepakat membentuk Task Force atau Satgas (Satuan Tugas) transformasi sepakbola yang berisi pemerintah, kemudian dari FIFA,” katanya.

“Ini ahli semua (anggota Tim Task Force), ada dari keluarga sepakbola yakni tim safety and security, hadir juga AFC, Polri, Kempora, Kemendagri, Kemenkes, Kemen PUPR. Rapat hari ini (Tim Task Force) adalah agenda kita semua, ada timeline dan diskusi bersama,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing Jadi Pilar Penting Pemulihan Pascabencana Sumatra

Oleh: Bara Winatha*) Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh menjadi momentum penguatan kepedulian nasional terhadap perlindungan dan pemulihan anak-anak. Dalam setiap situasi darurat, anak-anak mendapatkan perhatian khusus sebagai generasi penerusbangsa yang harus terus tumbuh dengan semangat, rasa aman, dan optimisme. Upaya pemulihan kesehatan mental melalui program trauma healing hadir sebagai langkah strategisuntuk membantu anak-anak kembali beraktivitas, belajar, dan bersosialisasi secara positif. Pendekatan ini memastikan mereka tetap berkembang secara psikologis dengan dukunganyang tepat dan berkelanjutan. Komitmen tersebut semakin nyata melalui sinergi kuat antaralembaga negara, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan yang secara aktifmenghadirkan layanan psikososial berkualitas di wilayah terdampak bencana di Sumatra, sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga masa depan anak-anak Indonesia. Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak...
- Advertisement -

Baca berita yang ini