Pengadilan Rusia Hukum Pebasket Wanita AS Sembilan Tahun Penjara

Baca Juga

MATA INDONESIA, MOSKOW – Pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman penjara sembilan tahun kepada pebasket wanita Amerika Serikat, Brittney Griner karena terbukti bersalah karena membawa cairan rokok elektrik yang mengandung ganja.

Griner ditahan di Rusia sejak Februari lalu. Rencananya, dia akan memperkuat klub setempat untuk mengisi waktu jeda kompetisi bola basket profesional wanita AS, WNBA.

Atlet berusia 31 tahun itu mengakui memiliki rokok elektrik yang mengandung ganja tapi dia menegaskan itu murni kekeliruan karena tidak sengaja mengemasnya.

Sebelum diputuskan bersalah, sambil berurai air mata Griner meminta kepada hakim pengadilan tidak mengakhiri kariernya ddengan hukuman penjara yang kejam. Selain penjara sembilan tahun, dia juga didenda 1 juta Rubel atau sekitar 250 juta Rupiah.

Pengacara Griner Maria Blagovolina mengatakan kliennya sangat marah dan sangat stres atas hukuman tersebut.

“Dia hampir tidak bisa bicara. Ini waktu yang sulit baginya. Ketika kami melihat Brittney pada hari Selasa, kami mengatakan kepadanya, ‘Sampai jumpa pada hari Kamis’. Dia berkata, ‘Sampai jumpa di hari kiamat’. Jadi sepertinya dia benar,” ujarnya, dikutip dari BBC, Jumat 5 Agustus 2022.

Tim kuasa hukum Griner akan mengajukan banding atas hukuman sembilan tahun penjara dan denda 1 juta Ruber yang diputuskan pengadilan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing Jadi Pilar Penting Pemulihan Pascabencana Sumatra

Oleh: Bara Winatha*) Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Aceh menjadi momentum penguatan kepedulian nasional terhadap perlindungan dan pemulihan anak-anak. Dalam setiap situasi darurat, anak-anak mendapatkan perhatian khusus sebagai generasi penerusbangsa yang harus terus tumbuh dengan semangat, rasa aman, dan optimisme. Upaya pemulihan kesehatan mental melalui program trauma healing hadir sebagai langkah strategisuntuk membantu anak-anak kembali beraktivitas, belajar, dan bersosialisasi secara positif. Pendekatan ini memastikan mereka tetap berkembang secara psikologis dengan dukunganyang tepat dan berkelanjutan. Komitmen tersebut semakin nyata melalui sinergi kuat antaralembaga negara, pemerintah daerah, dan organisasi kemanusiaan yang secara aktifmenghadirkan layanan psikososial berkualitas di wilayah terdampak bencana di Sumatra, sebagai wujud kehadiran negara dalam menjaga masa depan anak-anak Indonesia. Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak...
- Advertisement -

Baca berita yang ini