Gaes, Coba Cara Ini Supaya Diet Kamu Nggak Gagal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Memiliki berat badan ideal adalah impian semua orang. Tapi, terkadang mereka sering gagal saat menjalani diet karena sulit menahan lapar.

Rasa lapar dan nafsu makan merupakan sebuah sinyal bahwa tubuh membutuhkan energi atau menginginkan jenis makanan tertentu. Selain itu, keadaan ini juga bisa menjadi tanda bahwa kamu tidak cukup makan atau tidak mengonsumsi kombinasi makanan yang tepat.

Mengurangi porsi makan sering menjadi langkah awal penurunan berat badan. Namun, pengurangan porsi makan ini umumnya memicu rasa lapar. Tips di bawah ini bisa kamu coba untuk mencegah rasa lapar:

  1. Perbanyak protein
    Protein mampu menekan nafsu makan dengan menurunkan kadar hormon rasa lapar. Dengan begini, kamu bisa merasa kenyang lebih lama. Kamu bisa perbanyak konsumsi sumber protein seperti, telur, daging dan kacang-kacangan.
  2. Pilih makanan kaya serat
    Selain protein, makanan yang tinggi serat juga dapat menekan rasa lapar. Serat mampu memperlambat pencernaan dan memengaruhi pelepasan hormon kenyang. Kamu bisa mengonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian untuk mendapatkan manfaat ini.
  3. Perbanyak minum air putih
    Air minum dapat menekan rasa lapar dan meningkatkan penurunan berat badan. Melansir dari Healthline, penelitian menunjukan jika rasa haus dapat meningkatkan rasa lapar. Oleh sebab itu, kamu bisa memperbanyak air putih untuk menekan lapar. Minum air putih sebelum makan juga terbukti mencegah seseorang makan berlebihan.
  4. Fokus pada makanan
    Apakah selama ini kamu sering makan sambil bermain gawai? Kalau iya, sebaiknya hentikan kebiasaan ini. Mulai sekarang, fokus pada makanan yang sedang konsumsi. Penelitian mengungkapkan jika fokus terhadap makanan yang sedang kamu konsumsi mampu meningkatkan perasaan kenyang. Bukan hanya itu, cara ini juga dapat mengurangi rasa lapar setelahnya.
  5. Makan perlahan
    Ketika kelaparan atau nafsu makan sangat tinggi, umumnya seseorang cenderung makan lebih banyak. Mengunyah makanan secara perlahan mampu mencegah hal tersebut. Studi membuktikan jika orang yang makan secara perlahan bisa mengenali sinyal kenyangnya lebih cepat. Dengan demikian, asupan kalori harian bisa lebih terkontrol.

Otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mendapatkan sinyal kenyang dari perut. Ketika makan dengan lambat, otak memiliki kesempatan untuk mendapatkan sinyal ini dan kamu cenderung tidak makan berlebihan.

  1. Olahraga teratur
    Olahraga mampu mengurangi kadar hormon kelaparan sembari meningkatkan perasaan kenyang. Semakin tinggi intensitas olahraga yang kamu lakukan, efek ini akan semakin terasa.
  1. Cukup tidur
    Kurang tidur juga dapat meningkatkan ghrelin, yaitu hormon yang mengirim sinyal lapar. Sebaliknya, ketika kamu mendapatkan tidur yang berkualitas, hormon leptin yang mengirim sinyal kenyang akan meningkat. Tidur setidaknya 7 jam setiap malam dapat mengurangi tingkat rasa lapar sepanjang hari.
  2. Kelola stres
    Stres dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang meningkatkan dorongan makan. Oleh sebab itu, kelola stres dengan baik supaya kadar hormon ini tidak semakin tinggi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Konsistensi Negara Mengawal Keadilan dan Percepatan Pembangunan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Manta Wabimbo *) Papua bukan sekadar wilayah administratif di ujung timur Indonesia, melainkan ruangstrategis tempat negara menguji komitmennya terhadap keadilan pembangunan. SejakOtonomi Khusus Papua diberlakukan pada 2001 dan diperkuat melalui Undang-UndangNomor 2 Tahun 2021, arah kebijakan pemerintah semakin tegas: menghadirkan pendekatanpembangunan yang afirmatif, terukur, dan berpihak pada Orang Asli Papua. Dalam kontekstersebut, Otsus tidak lagi dapat dipahami sebagai kebijakan sementara, melainkan sebagaiinstrumen jangka panjang untuk mengoreksi ketimpangan struktural yang diwariskan olehsejarah dan kondisi geografis. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kesinambungan dan penguatanterhadap agenda Otsus. Hal ini tercermin dari intensifikasi koordinasi antara pemerintah pusatdan kepala daerah seluruh Papua yang dilakukan secara langsung di Istana Negara. Langkahtersebut menandakan bahwa Papua tidak diposisikan sebagai wilayah pinggiran, melainkansebagai prioritas nasional yang membutuhkan orkestrasi kebijakan lintas sektor. Pemerintahpusat tidak hanya menyalurkan anggaran, tetapi juga memastikan bahwa desainpembangunan Papua selaras antara pusat dan daerah. Salah satu capaian yang paling nyata dari implementasi Otsus adalah percepatanpembangunan infrastruktur dasar. Jalan penghubung, bandara perintis, dan fasilitas logistiktelah membuka isolasi wilayah yang selama puluhan tahun menjadi penghambat utamapembangunan. Infrastruktur ini tidak semata menghadirkan konektivitas fisik, tetapimenciptakan fondasi ekonomi baru yang memungkinkan distribusi barang lebih efisien danmenurunkan beban biaya hidup masyarakat. Dalam konteks ini, pembangunan infrastrukturmenjadi wujud kehadiran negara yang konkret dan dirasakan langsung oleh rakyat. Dampak lanjutan dari keterbukaan akses tersebut terlihat pada penguatan ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar aktivitas produksi masyarakat Papua, baik di sektor pertanian, perikanan, maupun usaha mikro, dapat terhubung dengan pasar yang lebih luas. Otsusmemberi ruang fiskal bagi daerah untuk merancang kebijakan ekonomi yang sesuai dengankarakter lokal, sekaligus menjaga agar manfaat pembangunan tidak terkonsentrasi padakelompok tertentu. Pendekatan ini menegaskan bahwa agenda pemerintah di Papua berorientasi pada pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan angka statistik. Pada saat yang sama, Otsus Jilid II menempatkan pembangunan sumber daya manusiasebagai prioritas strategis. Program afirmasi pendidikan, termasuk beasiswa bagi siswa danmahasiswa asli Papua, menjadi investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depanPapua. Otsus telah membuka ruang mobilitas sosial yang sebelumnya sulit dijangkau, sekaligus membangun rasa percaya diri generasi muda Papua untuk berkompetisi secaraglobal. Pandangan tersebut memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah kunci utamakemandirian Papua di masa depan. Di sektor kesehatan, kebijakan Otsus juga menunjukkan wajah negara yang protektif. Pemerintah memastikan bahwa akses layanan kesehatan bagi Orang Asli Papua tidak lagiterhambat oleh keterbatasan biaya dan fasilitas. Penguatan rumah sakit daerah, distribusitenaga kesehatan, serta jaminan kesehatan khusus bagi OAP mencerminkan pendekatanpembangunan yang berorientasi pada hak dasar warga negara. Dalam kerangka yang sama, pemberdayaan ekonomi perempuan Papua melalui dukungan usaha mikro menjadi strategipenting untuk memperkuat ketahanan keluarga dan ekonomi lokal. Keunikan Otsus juga tercermin dalam pengakuan terhadap struktur sosial dan politikmasyarakat Papua. Keberadaan Majelis Rakyat Papua serta mekanisme afirmasi politik bagiOrang Asli Papua merupakan bentuk penghormatan negara terhadap identitas dan hakkolektif masyarakat adat. Tokoh agama Papua, Pdt. Alberth Yoku, menekankan bahwa Otsusmemberikan ruang bagi orang Papua untuk menjadi subjek pembangunan di tanahnya sendiri, selama dijalankan dengan semangat kolaborasi dan kejujuran. Perspektif ini menegaskanbahwa Otsus bukan ancaman bagi integrasi nasional, melainkan penguat persatuan berbasiskeadilan. Pemerintah juga menunjukkan keseriusan dalam memperbaiki tata kelola Otsus. Pembentukan Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua yang dipimpin langsungoleh Wakil Presiden merupakan sinyal kuat bahwa pengawasan dan efektivitas menjadiperhatian utama. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara konsisten menekankanpentingnya sinkronisasi program antara kementerian dan pemerintah daerah agar dana Otsusbenar-benar menghasilkan dampak nyata. Langkah ini menjawab kritik lama tentangfragmentasi kebijakan dan memperlihatkan kemauan politik pemerintah untuk melakukankoreksi. Ke depan, tantangan implementasi tentu masih ada. Namun dengan peningkatan alokasianggaran Otsus menjadi 2,25 persen dari Dana Alokasi Umum nasional serta pengawasanyang semakin ketat, fondasi pembangunan Papua kian kokoh. Yang dibutuhkan kini adalahkonsistensi pelaksanaan dan kepemimpinan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik. Papua hari ini adalah Papua yang sedang bergerak maju. Mendukung Otsus berartimendukung agenda besar negara dalam menyempurnakan keadilan pembangunan danmemperkuat persatuan nasional. Ketika Papua tumbuh melalui jalur yang damai, inklusif, danberkelanjutan, Indonesia sedang meneguhkan dirinya sebagai bangsa besar yang tidakmeninggalkan satu pun wilayahnya dalam perjalanan menuju kemajuan. *) Analis Kebijakan Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini