Ingin Mencoba Posisi Seks ‘69’? Coba Pikir Dua Kali!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada sejumlah posisi seks dan 69 adalah salah satu posisi yang paling banyak dibicarakan.

Tapi apakah kamu yakin ingin mencoba posisi seks 69? Kelihatannya sangat menarik dan seksi di mana kamu dan pasangan bisa saling menjatuhkan pada saat yang sama, tetapi ada banyak hal praktis yang tidak disadari banyak orang. Berikut adalah 7 alasan mengapa kamu tidak boleh mencoba posisi 69 di tempat tidur.

Tidak Bisa Memberikan Perhatian Penuh

Ketika kamu sedang diberikan kesenangan oleh pasanganmu dan sedang menikmati momen tersebut, bagaimana kamu bisa berkonsentrasi untuk memberikan kesenangan kepada pasanganmu pada saat yang bersamaan dan sebaliknya?

Itu Tidak Nyaman

Menemukan posisi nyaman yang tepat adalah faktor penting. Kamu akan lelah setelah beberapa saat tidak peduli di posisi mana kamu berbaring. Baik itu berdampingan, di atas, berdiri, itu akan menjadi canggung.

Bagaimana Cara Mengekspresikan Kegembiraanmu?

Kamu menikmatinya dan kamu ingin memberi tahu pasanganmu tentang hal itu juga. Tapi apa yang akan kamu lakukan ketika mulutmu sibuk juga?

Kamu bahkan tidak bisa secara tidak sengaja menggigit dan eranganmu akan teredam saat beraksi, bukan?

Faktor Tinggi Badan

Posisi seks 69 menjadi sulit ketika pasangan memiliki ketinggian yang berbeda. Jika yang satu pendek dan yang lain sangat tinggi, tindakannya sangat sulit, kecuali jika kamu seorang jenius yang memiliki solusi untuk itu.

Tidak Ramah Orgasme

Pria masih bisa tetapi wanita tidak begitu mudah mengalami orgasme. Mereka membutuhkan waktu dan kesabaran dan tentu saja teknik! Jika pasangan pria orgasme lebih awal, apakah dia bisa bekerja pada pasangannya selama itu?

Sakit Leher

Ini adalah posisi yang sangat tidak praktis ketika kita memikirkan 69. Kamu pasti akan mengalami sakit leher dan kram yang tidak bisa dihindari.

Apakah kamu bersedia mengambil risiko itu sama sekali? Pada saat itu, seks oral akan menjadi hal terakhir yang akan kamu nikmati.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini