Penuhi Panggilan Propam Polri, Nikita Mirzani Serahkan Beberapa Bukti

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nikita Mirzani penuhi panggilan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk dimintai klarifikasi atas pengaduan dugaan sikap tidak profesional pihak penyidik kepolisian Polres Serang Kota.

Didampingi kuasa hukumnya Fahmi Bachmid, Nikita hadir di Gedung Transnational Crime Center (TNCC) Mabes Polri pada Senin, 27 Juni 2022.

“Jadi Niki memenuhi panggilan dimintain klarifikasi atas atas pengaduannya. Tadi udah dimintain keterangan sekitar 40 pertanyaam,” ujar Fahmi.

Namun, tidak diterangkan lebih rinci terkait detail-detail hal yang harus diklarifikasi oleh Nikita Mirzani.

Nikita Mirzani dan kuasa hukumnya juga membawa beberapa bukti sebagai pendukung klarifikasi yang dilontarkannya kepada pihak Propam Polri.

“Niki juga melampirkan beberapa bukti yang dibawa, termasuk ada rekaman kejadian pada tanggal 15 kita sudah lampirkan semua,” jelas Fahmi.

“Pada intinya, Niki hanya meminta perlindungan dan menjelaskan persoalan-persoalan yang menjadi tanda kutip dan perlu untuk ditindak lanjuti ole Paminal,” imbuhnya.

Diketahui, Nikita Mirzani melaporkan penyidik Polresta Serang Kota ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri karena banyaknya kejanggalan dalam proses hukum yang dilaporkan oleh Dito Mahendra terhadap dirinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini