Geger! Ada Buaya di Bawah Jembatan Pamoyanan, Damkar dan BPBD Kota Bogor Lakukan Pencarian

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA- Warga sekitar jembatan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan dihebohkan dengan penemuan seekor buaya yang berkeliaran di bawah jembatan kali cisadane .

Awalnya warga melihat adanya buaya tersebut lalu melaporkannya ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor dan badan Penganggulangan Bencara Daerah Kota Bogor untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

“iya jadi kronologisnya kita dapat laporan dari warga terkait juga dengan media bahwa ada buaya di lokasi kelurahan cipaku, di jembatan cipaku dengan ranggamekar. Tindakan BPBD saat ini melakukan pencarian dilokasi buaya tersebut dilaporkan pertama,” kata Kepala BPBD Kota Bogor Theofilo Patrocinio Freitas pada Kamis, 23 Juni 2022.

Saat ini pencarian masih terus dilakukan oleh BPBD Kota Bogor dan tim Damkar di sekitar lokasi dan nantinya evakuasi akan dilakukan oleh pihak terkait mengenai penampungan buaya agar tidak berada di kawasan permukiman.

“Ya saat ini masih dalam pencarian, terus gimana kalau udah ketemu nanti kita pikirkan tempat evakuasinya koordinasi ke yang terkait, adakah tempat buat menampungnya. Yang jelas di BPBD tidak ada tempat menampungnya,” kata Theo.

Damkar Kota Bogor menurunkan 10 personil untuk melakukan pencarian sekaligus mengevakuasi buaya yang masih berkeliaran di kawasan sungai Cisadane. Penyisiran dilakukan mulai dari lokasi awal terlihatnya buaya.

“Ya, pagi ini dilakukan pengecekan lokasi oleh tim damkar. Kami terjunkan 10 personil,” terang Kabid Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor M. Ade Nugraha

Pengecekan lokasi dimulai pukul 08.00 WIB mengingat buaya biasanya berjemur di pagi hari untuk itu memudahkan tim mengetahui keberadaannya.

“Ya, biasanya buaya berjemur di pagi hari. Kami akan susuri sekitar lokasi penampakan buaya tersebut,” katanya.

Aktivitas warga di sepanjang sungai Cisadane untuk sementara waktu dihentikan sampai buaya tersebut dievakuasi. Camat Bogor Selatan Hidayatullah mengimbau pada warga untuk menjauh, tidak memancing dan berenang di sekitar kawasan pencarian.

“Bahkan ada anak-anak yang biasa berenang di sekitar situ. Untuk itu kami tegaskan warga melakukan aktivitas tersebut. Kemarin informasinya warga saat melihat buaya itu, tidak ada yang berani menangkap atau mengevakuasi. Jadi mereka melaporkan kepada Dinas Damkar Kota Bogor,” katanya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ekonom Ajak Mahasiswa Sikapi Isu Ekonomi Secara Objektif

Oleh : Aditia Rahman )*Perkembangan ekonomi nasional selalu menjadi perhatian publik karena berkaitan langsungdengan kehidupan masyarakat. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi, investasi, hingga nilai tukar rupiah sering kali memunculkan berbagai respons, terutama di kalangan mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok intelektual dan agen perubahan. Namun, di tengah derasnya arus informasi digital, berbagai isu ekonomi tidak jarang dipersepsikansecara emosional dan dipengaruhi narasi yang belum tentu didukung fakta. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun tradisi berpikir objektif agar mampu memahami setiapkebijakan ekonomi secara utuh, berdasarkan data, teori, dan kepentingan nasional.Objektivitas menjadi modal penting dalam menjaga kualitas diskursus publik. Mahasiswamemiliki peran strategis sebagai kelompok yang tidak hanya kritis, tetapi juga mampumenghadirkan analisis yang rasional. Kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakanbagian dari demokrasi yang sehat, tetapi kritik tersebut akan lebih bermakna apabiladisampaikan berdasarkan pemahaman menyeluruh terhadap kondisi ekonomi nasionalmaupun tantangan global yang sedang dihadapi Indonesia.Salah satu isu yang kerap menjadi perhatian masyarakat adalah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Perubahan harga tersebut sering kali memicu reaksi yang cukup besar, sementaraketika harga mengalami penurunan, respons publik cenderung tidak sebesar saat terjadikenaikan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya membangun literasi ekonomi agar masyarakat memahami bahwa perubahan harga komoditas merupakan bagian darimekanisme ekonomi yang dipengaruhi banyak faktor.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori berpandangan bahwa naik dan turunnya harga komoditasmerupakan sesuatu yang wajar dalam teori ekonomi karena dipengaruhi keseimbangan antarapermintaan dan penawaran. Menurutnya, harga BBM nonsubsidi di Indonesia juga tidakdapat dilepaskan dari perkembangan harga minyak mentah dunia, terlebih produksi minyaknasional belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi geopolitikinternasional yang memengaruhi pasar energi global turut memberikan tekanan terhadapharga minyak sehingga penyesuaian harga menjadi bagian dari mekanisme yang lazimterjadi.Pandangan tersebut memberikan perspektif bahwa kebijakan energi tidak dapat dilihat secarasederhana. Pemerintah harus mempertimbangkan berbagai aspek secara bersamaan, mulaidari keberlanjutan pasokan energi, kesehatan fiskal negara, hingga perlindungan terhadapdaya beli masyarakat. Dalam situasi ekonomi global yang dinamis, menjaga keseimbangantersebut merupakan tantangan yang tidak ringan.Pemerintah selama ini juga menunjukkan komitmennya untuk tetap melindungi masyarakatmelalui kebijakan subsidi energi. BBM bersubsidi tetap dipertahankan agar masyarakat yang berhak memperoleh perlindungan dari gejolak harga internasional. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku dengan tetap mempertimbangkan kondisiekonomi nasional. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah menjagakeseimbangan antara mekanisme pasar dan tanggung jawab negara dalam memenuhi amanatkonstitusi.Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga menilai harga Pertamax dan Pertamax Green saat inimasih belum sepenuhnya mengikuti harga keekonomian. Menurutnya, pemerintah melaluiKementerian Energi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini