Suka Foya-Foya, Inilah 4 Zodiak yang Suka Khilaf Saat Dapat THR

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bentar lagi lebaran, pasti THR jadi hal yang ditunggu-tunggu semua orang. Ada yang menantikan THR dari keluarga, ada juga yang menantikan THR dari kantor.

Bagi-bagi THR memang udah jadi ‘tradisi’ saat lebaran. Nominalnya kadang cukup membuat kita tegoda untuk foya-foya. Terkadang malah kalap untuk menggunaakan THR tersebut untuk berbelanja.

Seperti mereka, para zodiak ini suka khilaf saat mendapat THR. Mereka bisa langsung menghabiskan uang THR dalam sekejap saja. Berikut adalah 4 zodiak yang suka khilaf saat dapat THR!

1. Sagittarius

THR yang diterima Sagittarius pasti akan cepat habis entah untuk beli barang, beli jajan, atau jajanin orang lain. Sagittarius suka khilaf, beberapa waktu kemudian THRnya sudah ludes. Ia seringkali ceroboh dan tak memikirkan hari esok.

2. Leo

Leo ini hobi banget makan. Yakin deh uang THR mereka bakal dihabiskan untuk beli macam-macam makanan. Ngga hanya dihabiskan sendiri, Leo juga menyajikan makanan untuk menyambut tamu yang bersilaturahmi.

3. Aquarius

Aquarius ini punya jiwa petualang. Mugkin saja ia bakal menghabiskan THRnya untuk jalan-jalan. Aquarius rela membeli kebutuhan petualangan mereka dan siap all out untuk pergi jalan-jalan.

4. Taurus

Taurus juga termasuk zodiak yang suka khilaf ketika dapat uang THR. Zodiak ini suka membelanjakan THRnya dengan membeli baju baru apalagi kalau bajunya dipakai buat silaturahmi sama keluarga besar. Menurut si banteng ini, baju hari raya itu penting.

Itulah 4 zodiak yang suka khilaf belanja ini itu ketika mendapat THR. Ada zodiakmu, ngga?

Reporter: Dinda Nurshinta

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi Pemerintah Menekan PHK dan Menjaga Produktivitas Industri Nasional

Oleh: Faiz Permana )*Stabilitas ketenagakerjaan menjadi salah satu fondasi penting dalammenjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengahdinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuatsektor-sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenagakerja. Arah kebijakan tersebut terlihat dari rencana pemerintah menjadikan industri padat karya sebagai fokus utama kebijakan fiskal pada 2027. Pilihan ini dinilai tepat karena sektor padat karya selama ini menjaditulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional dan memilikikontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintahtelah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Dukungan pemerintah terhadap dunia usaha diwujudkan melalui berbagaiinsentif fiskal. Salah satunya adalah insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligusmemberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap mempertahankanoperasional usahanya.Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Melalui program magang bagi lulusan baru, pemerintah berupayamempercepat proses adaptasi generasi muda terhadap kebutuhan dunia kerja. Pengalaman kerja yang diperoleh melalui program tersebut akanmenjadi modal penting bagi pencari kerja untuk meningkatkan dayasaingnya.Skema pemberian uang saku setara upah minimum memberikan nilaitambah bagi peserta magang. Selain memperoleh pengalaman praktis, generasi muda juga mendapatkan dukungan ekonomi selama mengikutiproses pembelajaran di lingkungan kerja.Perlindungan terhadap pekerja transportasi daring diperkuat melaluipemberian diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan JaminanKesehatan Nasional sebesar 50 persen. Kebijakan ini menunjukkanbahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor formal, tetapijuga kepada kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dari ekonomidigital.Penyerapan tenaga kerja di daerah juga diperkuat melalui program padatkarya tunai. Kehadiran program ini memiliki manfaat ganda karenamampu memberikan penghasilan kepada masyarakat sekaligusmendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah.Berbagai program prioritas nasional turut menjadi motor penciptaanlapangan kerja baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satucontoh kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkanrantai pasok yang panjang, mulai dari penyediaan bahan baku hinggadistribusi.Perkiraan penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalanberiringan dengan agenda penciptaan lapangan kerja. Efek ekonominyamenjangkau berbagai sektor usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga memperlihatkanupaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir....
- Advertisement -

Baca berita yang ini