Jangan Keliru, Ini Perbedaan Batuk Biasa dengan Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di situasi saat ini, batuk dan flu menjadi penyakit yang paling dihindari. Pasalnya, sering kali kita curiga ini merupakan gejala dari Covid-19.

Jangan keliru, sebab ada bedanya lho antara batuk biasa dengan gejala virus corona. Ada beberapa perbedaan yang perlu kamu kamu pahami.

Nah, biar kamu gak panik, yuk simak perbedaan antara batuk biasa dengan gejala Covid-19.

  1. Tiba-tiba

Dimulai dari batuk biasa. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di AS, batuk pada flu biasa terjadi tiba-tiba.

Sedangkan batuk yang merupakan gejala Covid-19 cenderung diawali dengan rasa sakit tenggorokan.

2. Waktunya Singkat

Selanjutnya, batuk biasa akan sembuh dengan jangka waktu yang singkat. Biasanya, batuk dan flu biasa akan sembuh kurang lebih selama dua minggu.

Sedangkan batuk gejala Covid-19 cenderung berdurasi cukup lama dan terus menerus.

3. Disertai Pilek dan Bersin

Satu lagi tanda batuk kamu bukan gejala Covid-19 dibarengi dengan flu seperti plilek dan bersin. Jadi, jika kamu mengalami batuk dengan pilek dan bersin-bersin, ada kemungkinan itu bukan gejala Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Beasiswa Otsus, Jembatan Emas Generasi Papua Menuju Masa Depan Gemilang

Oleh : Natael Pigai )* Beasiswa Otonomi Khusus menjadi salah satu instrumen strategis dalam membangunmasa depan Papua yang lebih cerah dan berdaya saing. Di tengah tantangangeografis, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses pendidikan yang masihdirasakan di sejumlah wilayah, kehadiran beasiswa Otsus menjadi jembatan emas yang menghubungkan generasi muda Papua dengan kesempatan belajar yang lebih luas. Program ini tidak sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untukmencetak sumber daya manusia Papua yang unggul, percaya diri, dan mampuberkontribusi nyata bagi kemajuan daerahnya. Esensi utama dari Otsus di bidang pendidikan adalah afirmasi yang berpihak pada Orang Asli Papua agar memperoleh peluang setara dengan daerah lain. Melaluibeasiswa Otsus, banyak pelajar Papua mendapat akses ke perguruan tinggi berkualitasdi dalam dan luar negeri. Kesempatan tersebut memperluas wawasan, membentukkarakter kepemimpinan, serta menumbuhkan jejaring global yang kelak bermanfaatbagi pembangunan Papua. Pendidikan menjadi jalur strategis untuk memutus rantaikemiskinan struktural sekaligus membuka mobilitas sosial yang lebih luas. Kisah para penerima beasiswa Otsus memperlihatkan dampak konkret dari kebijakanini. Cecilia Novani Mehue merupakan salah satu contoh bagaimana program afirmasipendidikan mampu mengubah arah hidup generasi muda Papua. Dengan latarbelakang keluarga sederhana, ia menempuh pendidikan sarjana dan magister di Amerika Serikat selama bertahun-tahun melalui dukungan beasiswa Otsus....
- Advertisement -

Baca berita yang ini