Pasien Covid-19 Bergejala Ringan Tak Dirawat Rumah Sakit untuk Lindungi Nakes

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono menilai, melarang pasien Covid-19 bergejala ringan dirawat di rumah sakit dapat melindungi para tenaga kesehatan (nakes).

“Tingkat penularan nakes sudah meningkat jadi 40 persen walaupun tidak bergejala atau ringan,” ujar Pandu Riono melalui pesan yang dilihat, Minggu 6 Januari 2022.

Pandu mengkhawatirkan kondisi pasien jika sebagian nakes tidak bisa bekerja karena tertular covid-19 dan harus diisolasi.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Siti Nadia Tarmizi jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit, masih rendah saat ini.

Padahal, konfirmasi kasus harian di Tanah Air menunjukkan tren peningkatan yang tinggi.

Rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini juga tidak bergejala dan gejala ringan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini