Miris, Bayi 8 Bulan Diajak Ngojek Hingga Malam

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Sungguh berat perjuangan seorang ibu yang harus mencari nafkah untuk keluarganya. Salah satunya yang dialami pengemudi ojek online.

Dia harus membawa turut serta anak bayinya yang masih berumur 8 bulan saat ngojek. Entah bagaimana kondisi yang dialaminya, sehingga harus terpaksa membawa sang anak bekerja hingga malam hari.

Kejadian ini diketahui dari unggahan video salah satu akun Instagram @jakarta.terkini. Dalam video terlihat seorang pengemudi ojek online menggendong bayi di depan.

Sang penumpang mengabadikan momen tersebut dan menulis “Perjalanan Sudirman-Tebet tersedih. Dapet ibu Grab bawa anak bayik. Sepanjang jalan ngembeng, suaraku bergetar. Semoga selalu diberi keselamatan, dan rezeki yang berkah ya mba,” tulisnya.

Selain video, akun @jakarta.terkini juga mengunggah dua tanggakapan gambar. Satu gambar yang menunjukan wajah sang bayi dengan tulisan “F*** at this innocent face! Adek ini namanya Azkiya umur 8 bulan. Harusnya jam segini udah bobo tapi masih di jalan nemenin mamanya ngegrab bike. Ya Allah lindungi mereka selali, berkahi setiap langkah dan tetes keringatnya, limpahkan rezeky yang halal, Aamiin,”.

Pada gambar ketiga bertuliskan, “Itu tadi pengalamanku naik grab tersedih guys, Sampe rumah langsung mewek meluk nyokab. Ngeliat perjuangan seorang ibu yang jadi tulang punggung keluarga banting tulang buat 5 anaknya,”.

“Bayangin dehb dia harus nyetir dari Bekasi ke Jakarta muter-muter seharian, sambil gendong anak dan sambil (maaf) menyusui. Hebatnya dia tetap semangay dan nggak ngeluh, masih tetep positif dan cerita kepengen anak-anaknya sekolah tinggi biar bisa kerja sukses. Ya Allah, jadi malu sendiri masih sering ngeluh dan nggak pernah bersyukur,”.

Smentara itu belum diketahui pasti siapa pengemudi grab ini. Akun @jakarta.terkini juga tengah mencari sang ibu tersebut.

“Saya mencari kontak ibu ini, tolong bantu saya. Saya mendapat 3 capture an ini dari broadcast seseorang. Tolong kalau tau nomor ibu ini wa ke kami di 085814461446,” tulisnya.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini