Episode 8B ‘Layangan Putus’ Bikin Penonton Geram, Aris Tak Mau Tinggalkan Lydia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Episode terbaru serial Layangan Putus kembali mencuri perhatian netizen. Drama perselingkuhan antara Aris dan Lydia Danira ini makin membuat penonton panas.

Di episode 8B ini, Aris memutuskan menyewa pengacara untuk melawan sang istri, Kinan untuk mendapat hak asuh putri mereka Raya. Perang antara Aris dan Kinan pun semakin panas dibumbui dengan pertarungan antar pengacara mereka.

Tak sampai di situ, Aris juga membuat keputusan yang makin membuat Kinan geram. Ia memutuskan untuk tak ingin bercerai dengan Kinan, namun tetap ingin bersama sang selingkuhan, Lydia Danira.

Ucapan Aris itu sontak membuat Kinan tercengang. Wanita itu pun mantap untuk berpisah dan melaporkan Aris serta Lydia ke kantor polisi.

Episode 8B Layangan Putus ini sukses bikin netizen makin gemas. Pasalnya, di episode sebelumnya, Aris terus menyangkal dirinya berselingkuh dengan Lydia meski sudah tertangkap basah.

Buat kamu yang penasaran, Layangan Putus episode 8B sudah bisa disaksikan di platform We TV.

Gimana? Udah nonton?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini