Sering Kecelakaan, Gaga Muhammad Sempat Buat Penumpang Masuk RS Juga

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Salah satu selebgram Indonesia, Gaga Muhammad, kini ditahan sebagai tersangka atas kasus kecelakaan tak bertanggung jawabnya terhadap Laura Anna. Tapi rupanya, ini bukanlah kejadian pertama kali untuk Gaga.

Baru-baru ini telah beredar kabar dari salah seorang teman yang mengungkapkan kecelakaan yang pernah terjadi juga sebelumnya. Melalui unggahan @playitsafebabyofficial berupa screenshot tersebut menampilkan pengungkapan seseorang lewat Direct Message (DM) Instagram.

Dalam DM tersebut ia menceritakan bahwa ia tinggal dalam satu lingkungan bersama Gaga sejak kecil. Kejadiannya pada saat SMP dan belum memiliki SIM.

Dalam pernyataannya ia berkata Gaga mengebut saat sedang berkendara. Sehingga buat penumpangnya yang merupakan seorang pemuda tersebut harus dilarikan ke rumah sakit dan operasi plastik.

Pemuda dengan nama Valfero ini mengaku melalui Instagram Storiesnya bahwa ia sampai kritis. Selain itu juga pemuda yang sering disebut Io itu berkata bahwa syaraf-syaraf pada wajahnya sampai putus.

“Iya saraf2 gue yang dimuka putus semua kan. Mata gue yang di sebelah kanan gabisa kebuka, dulu banyak deh pokoknya rusaknya. Dan karena keluarga, sahabat, dokter, dll support terus ya alhamdulillah bisa melewati itu semua,” katanya melalui unggahan Instagram Stories akun pribadinya.

Ia juga sempat buat klarifikasi terkait kontribusi Gaga dan keluarganya dalam membantuk biaya pengobatannya. Io berkata bahwa Gaga beserta keluarga sempat membantu sebagian dari biaya pengobatannya.

Sementara itu, Gaga saat ini resmi ditahan karena kecelakaan mobil yang terjadi pada 2019 sepulang berpesta. Kecelakaan tersebut buat Laura Anna menjadi korban dan mengalami syaraf kejepit dan kelumpuhan hingga meninggal dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Integrasi CKG dan Imunisasi Perkuat Komitmen Pemerintah Membangun Generasi Sehat

Oleh : Aditya Akbar )*Peningkatan kualitas kesehatan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi Indonesia di masa depan. Karena itu, masyarakat perlu mendukung berbagai program kesehatan yang dijalankan pemerintah, termasuk Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan imunisasiyang kini diperkuat melalui integrasi layanan bagi bayi hingga anak sekolah. Langkah tersebutmenjadi bukti nyata bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit sejak dini.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa mulai 2026 pemerintah mengintegrasikan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis dengan imunisasi anak sekolah menjadi satu program terpadu. Kebijakan ini diambil untuk memperluas cakupan imunisasi sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan layanan kesehatan di lingkungan sekolah, terutama saattahun ajaran baru dimulai.Menurut Budi Gunadi Sadikin, pada 2025 terjadi penurunan cakupan imunisasi pada kelompokanak sekolah. Salah satu penyebabnya adalah pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis yang berjalanbersamaan dengan imunisasi sehingga terjadi benturan jadwal maupun penggunaan tenagakesehatan. Akibatnya, sumber daya yang tersedia belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena kedua kegiatan berjalan secara terpisah.Melalui penggabungan program tersebut, pemerintah berharap pemeriksaan kesehatan danimunisasi dapat dilakukan secara bersamaan tanpa menambah beban tenaga kesehatan di lapangan. Selain meningkatkan efektivitas layanan, integrasi ini juga diharapkan memudahkanedukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi rutin bagi anak usia sekolah.Pemerintah juga berencana melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah pada November 2026 dengan fokus pada peningkatan cakupan vaksin difteri dan tetanus. Program tersebut diharapkanmampu mengejar target imunisasi yang belum tercapai sekaligus memperkuat perlindungan anakdari penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi.Dalam upaya memperluas cakupan imunisasi nasional, pemerintah memanfaatkan berbagaimomentum penting sepanjang tahun. Pada Pekan Imunisasi Dunia yang berlangsung pada April 2026, sekitar 130 ribu anak dan 17 ribu orang dewasa berhasil memperoleh layanan imunisasi. Capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadappentingnya vaksinasi.Program serupa juga akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anak Nasional pada Juli, peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus, serta Hari Kesehatan Nasional pada November. Pemerintah menargetkan tambahan layanan imunisasi bagiratusan ribu anak dan puluhan ribu orang dewasa melalui berbagai momentum tersebut.Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa saat ini program imunisasi nasional telah mencakup 14 jenis antigen yang diberikan kepada bayi, anak di bawah dua tahun, anak sekolah, hinggakelompok dewasa. Pemerintah juga menambahkan tiga jenis vaksin baru dalam beberapa tahunterakhir, yakni PCV, HPV, dan rotavirus, guna memperluas perlindungan masyarakat terhadapberbagai penyakit menular.Keberhasilan pemerintah selama setahun terakhir terlihat dari meningkatnya cakupan imunisasipada kelompok bayi. Hingga Mei 2026, capaian imunisasi bayi meningkat sebesar 5,8 persendibandingkan periode yang sama pada 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa berbagailangkah pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan mulai memberikan hasil positif.Meski demikian, sejumlah daerah masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan cakupanimunisasi. Pada kelompok bayi, Aceh dan Papua masih mencatatkan angka yang relatif rendah. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena rendahnya imunisasi berpotensi memicukembali munculnya penyakit menular yang sebelumnya berhasil dikendalikan.Peningkatan cakupan juga terjadi pada kelompok anak di bawah usia dua tahun. Namun, Sumatera...
- Advertisement -

Baca berita yang ini