Segera Tayang! 7 Fakta Menarik “Now We Are Breaking Up”

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kamu sedang mencari drama Korea Selatan terbaru untuk ditonton? Masukkan drama terbaru aktris cantik, Song Hye-kyo ke dalam list yang harus kamu tonton!

Ya, aktris papan atas Korea Selatan ini akan kembali tampil ke layar kaca lewat drama berjudul “Now We Are Breaking Up”. Dan kabarnya drama ini menjadi salah satu drama Korea yang paling ditunggu-tunggu para penggemar.

Now We Are Breaking Up adalah drama Korea terbaru SBS yang dibintangi oleh Song Hye Kyo dan Jang Ki Yong. Sebelum tayang, ada beberapa fakta menarik seputar drama “Now We Are Breaking Up” yang mungkin belum kamu ketahui.

Drama terbaru SBS ini merupakan comeback Song Hye Kyo di layar kaca sejak Encounter yang tayang akhir 2018. Para penggemar juga menantikan chemistry ‘noona romance’ yang akan ia tunjukkan bersama aktor tampan, Jang Ki Yong.

Seperti drama romantis pada umumnya, Now We Are Breaking Up siap bikin kamu baper lewat kisah cinta manis Song Hye Kyo dan Jang Ki Yong.  Well, simak 7 fakta menarik tentang “Now We Are Breaking Up.

  1. Penampilan menawan Song Hye Kyo pasca-diet

Dalam teaser foto drama “Now We Are Breaking Up” yang baru-baru ini di rilis, penampilan aktris cantik Song Hye Kyo menjadi perbincangan netizen. Pasalnya pada foto tersebut, menunjukkan betapa rampingnya pinggang mantan istri Song Jong Ki itu.

Tubuh Song Hye Kyo masih tetap langsing dan awet muda di usianya yang sudah menginjak 40 tahun. Lantas apa rahasia di balik badan idealnya ini?

Song Hye Kyo diketahui mengatur pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Ia juga dilaporkan selalu mengonsumsi air lemon yang jumlahnya mencapai 3 liter dalam sehari. Ini adalah kunci dari tubuh langsingnya.

Song Hye Kyo mengonsumsi ½ buah lemon dengan 1 liter air putih. Ia membuatnya sebanyak 3 liter dan harus dihabiskan setiap hari. Diketahui lemon merupakan buah yang baik untuk dikonsumsi sebagai minuman diet. Kandungan vitamin C yang tinggi dalam lemon bermanfaat untuk mempercepat metabolisme tubuh, sehingga lemak tubuh luntur.

Selain air lemon, Song Hye Kyo juga menghindari makanan siap saji dan minuman bersoda dalam pola dietnya. Aktris dengan paras menawan ini hanya mengonsumsi tomat, buah berry, telur, dark chocolate, dan sayur-sayuran hijau.

  • Kolaborasi antara penulis misty dan sutradara Dr. Romantic 2

Now We Are Breaking Up” ditulis oleh Je In, yang sebelumnya menulis drama hit JTBC, Misty. Sutradaranya adalah Lee Gil Bok, yang sebelumnya menyutradarai drama sukses seperti My Love From the Star, Vagabond, dan Dr. Romantic 2.

Kolaborasi antara Je In dan Lee Gil Bok digambarkan sebagai kisah cinta dan perpisahan yang seperti mimpi. Song Hye Kyo dan Jang Ki Yong akan menjadi pasangan utama yang siap memukau Anda dengan kisah manis mereka.

  • Song Hye Kyo diceritakan sebagai perempuan karier

Song Hye Kyo akan memerankan Ha Young Eun, seorang manajer tim desain di sebuah label mode. Dia sangat mencintai pekerjaannya dan selalu berusaha melakukan yang terbaik. Sebagai manajer tim di label fesyen, Ha Young Eun menunjukkan gaya yang luar biasa dalam pakaian yang trendi namun nyaman.

Song Hye Kyo siap menunjukkan kemampuan aktingnya dan pendalaman peran yang kuat. Aktris kelahiran 1981 itu mampu menggambarkan dengan sempurna sisi trendi dari karakternya sebagai seorang perancang busana.

  • Jang Ki Yong berprofesi sebagai fotografer lepas

Jang Ki Yong memerankan sosok Yoon Jae Guk, seorang fotografer lepas yang kaya dan populer. Sosoknya cerdas dan tampan, namun kurang bergairah tentang cinta. Dia cenderung berhati-hati terhadap orang lain, tetapi terkadang juga bersemangat.

Dari foto yang baru-baru ini dirilis, menunjukkan profesionalisme Yoon Jae Guk sebagai fotografer fesyen yang fokus pada kamera dan subjeknya. Gaya keren Yoon Jae Guk juga menjadi sorotan, menarik antisipasi lebih lanjut untuk peran baru Jang Ki Yong.

  • Noona Romance yang mendebarkan

Kisah mengenai Noona Romance (wanita yang lebih tua dari pria) telah lama digandrungi oleh pecinta drama. Dan “Now We Are Breaking Up” akan menghadirkannya dengan visual Song Hye Kyo dan Jang Ki Yong yang memanjakan mata. Chemistry mereka terlihat dari foto adegan di mana keduanya berdiri bersama di bawah satu payung di tengah guyuran hujan.

Hanya dengan kontak mata, Ha Young Eun dan Yoon Jae Guk menyampaikan berbagai perasaan cinta seperti kegembiraan dan kasih sayang yang menggetarkan hati. Drama ini akan menangkap bagaimana karakter menggambarkan emosi cinta, yang indah dan penuh badai.

  • Misteri cinta second lead

Second lead di “Now We Are Breaking Up” akan memiliki kisah cinta mereka sendiri. Choi Hee Seo memerankan Hwang Chi Sook, direktur tim desain label mode yang terlihat mewah di luar tetapi menyembunyikan rasa kesepiannya di dalam.

Hwang Chi Sook memiliki garis cinta dengan Seok Do Hoon, CEO sebuah perusahaan PR yang menawan dan dewasa. Hubungan antara Seok Do Hoon dan Hwang Chi Sook akan menjadi salah satu yang dinanti-nantikan.

  • Ada Sehun EXO!

Kejutan lain di drama “Now We Are Breaking Up” adalah tampilnya Sehun EXO! Well, cowok ganteng ini akan memerankan tokoh Hwang Chi Hyung, desainer baru dari perusahaan fesyen The One yang bukan pegawai biasa. Dia adalah putra bungsu dari CEO perusahaan dan adik dari Hwang Chi Sook (Choi Hee Seo).

Sehun digambarkan sebagai sosok cerdas yang selalu cepat membaca suasana dan memahami apa yang terjadi. Dia juga tidak takut untuk mengatakan apa yang ada di pikirannya. Melalui karakter ini, Sehun diharapkan dapat menunjukkan kemampuan aktingnya.

Reporter: Sheila Permatasari

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Tegaskan Kopdes Merah Putih untukTingkatkan Kesejahteraan Desa

Oleh: Dimas Arya NugrahaPemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan ekonomi desamelalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategisnasional yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat akarrumput.Langkah ini bukan tanpa alasan. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal YandriSusanto menilai bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih merupakan solusi konkretdalam memperkuat struktur ekonomi desa yang selama ini masih menghadapi berbagaitantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar hingga rendahnya nilai tambah produk lokal. Dalam pandangannya, program ini bukan sekadar inisiatif ekonomi biasa, melainkan bagiandari agenda besar negara yang membutuhkan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktifseluruh elemen bangsa.Yandri Susanto menyampaikan bahwa pemerintah menginginkan koperasi desa tidak hanyamenjadi simbol, tetapi benar-benar berfungsi sebagai instrumen ekonomi yang memberikanmanfaat langsung kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa keuntungan yang dihasilkankoperasi akan sepenuhnya kembali ke desa, khususnya untuk kelompok masyarakatberpenghasilan rendah yang berada pada lapisan desil satu hingga lima. Dengan pendekatantersebut, koperasi diharapkan mampu menjadi alat redistribusi ekonomi yang adil danberkelanjutan.Lebih jauh, Yandri Susanto menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan regulasi yang mengatur kontribusi koperasi terhadap Pendapatan Asli Desa. Setidaknya 20 persen darikeuntungan yang diperoleh koperasi akan dialokasikan sebagai PAD, sehingga desa memilikisumber pembiayaan tambahan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Kebijakan ini merupakan turunan dari Peraturan Menteri Desa Nomor 10 Tahun 2025 yang merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, sebagai bentuk keseriusan pemerintahdalam memastikan keberlanjutan program.Yandri Susanto juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap ekosistem ekonomi desadari dominasi ritel modern. Menurutnya, kehadiran ritel besar yang tidak memberikankontribusi signifikan kepada masyarakat setempat berpotensi menggerus perputaran ekonomilokal. Oleh karena itu, pemerintah mendorong adanya pembatasan izin pendirian ritel modern di wilayah desa agar koperasi dapat berkembang secara optimal dan memberikan manfaatyang maksimal bagi masyarakat.Sementara itu, dari sisi implementasi, pemerintah terus mempercepat pembangunaninfrastruktur pendukung Koperasi Desa Merah Putih. Menteri Koperasi Ferry Juliantonomelakukan langkah konkret dengan menjalin koordinasi intensif bersama PT Agrinas PanganNusantara. Dalam pertemuannya dengan Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota di Jakarta, kedua pihak membahas percepatan pembangunan puluhan ribu geraikoperasi yang tersebar di berbagai wilayah.Ferry Juliantono menekankan bahwa sinergi antara Kementerian Koperasi dan Agrinasmenjadi kunci dalam memastikan target pembangunan dapat tercapai tepat waktu. Iamengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mengintensifkan koordinasi melalui berbagairapat lanjutan guna mematangkan aspek operasional koperasi, termasuk sistem distribusi, tatakelola, serta integrasi dengan ekosistem logistik pangan nasional. Optimisme pun disampaikan bahwa dengan perencanaan yang matang, koperasi desa akan mampu beroperasisecara efektif setelah seluruh fasilitas pendukung selesai dibangun.Pembangunan gerai koperasi tersebut mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun2025 yang secara khusus mengatur percepatan pembangunan fisik, pergudangan, sertakelengkapan fasilitas koperasi. Dalam kebijakan ini, PT Agrinas Pangan Nusantara diberikanmandat untuk melaksanakan pembangunan dengan skema padat karya, sehingga tidak hanyamempercepat realisasi proyek, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.Ferry Juliantono juga menyoroti pentingnya penyusunan standar operasional yang jelas untuksetiap unit usaha koperasi, termasuk gerai obat dan layanan klinik. Hal ini dinilai pentinguntuk menjaga kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadapkoperasi sebagai lembaga ekonomi yang profesional dan terpercaya.Di sisi lain, Direktur Utama Agrinas Joao Angelo De Sousa Mota melaporkan perkembanganpembangunan gerai koperasi yang menunjukkan progres signifikan. Hingga saat ini, puluhanribu unit gerai telah dibangun, dengan ribuan di antaranya telah selesai sepenuhnya. Iamenyampaikan optimisme bahwa dalam waktu dekat, jumlah gerai yang rampung akan terusbertambah secara signifikan seiring dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan.Joao Angelo De Sousa Mota juga mengungkapkan bahwa sistem pengelolaan koperasi akanmengadopsi praktik terbaik dari berbagai negara, seperti Spanyol dan Singapura, denganfokus pada digitalisasi dan transparansi. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkanefisiensi operasional sekaligus memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi, sehingga mampu bersaing di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini