Antusiasme Masyarakat Ikut Vaksinasi BIN di Sorong

Baca Juga

MATA INDONESIA, SORONG – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua atau Binda Papua menggelar vaksinasi massal bagi masyarakat, pelajar, dan lansia di Kabupaten Sorong, Papua. Masyarakat pun antusias mengikuti program vaksinasi tersebut.

Kepala SMA Negeri 1 Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan Yuanita I Duwiri mengatakan bahwa pihaknya mendukung program vaksinasi dan program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Kemendikbusristek). Ia pun berharap dengan melakukan vaksinasi, kegiatan belajar-mengajar di sekolah bisa kembali bergulir.

“Terima kasih Bapak Presiden kita Jokowi dan BIN yang telah melaksanakan vaksinasi massal. Semoga bisa kembali belajar tatap muka,” katanya, Selasa 2 November 2021.

Sementara itu, salah satu warga, Andreo, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan perihal kegiatan vaksinasi gratis tersebut. Dia mengajak semua masyarakat untuk segera divaksinasi.

“Saya sudah vaksin kalian juga harus vaksin, agar sehat,” ujarnya.

Senada, salah satu siswa SMAN 1 Teminabuan , Alisa, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan BIN atas pelaksanaan vaksinasi. Dia mengaku sudah siap mengikuti PTM kembali.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi, saya sudah divaksin, saya mau sekolah. I love you,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi Pemerintah Menekan PHK dan Menjaga Produktivitas Industri Nasional

Oleh: Faiz Permana )*Stabilitas ketenagakerjaan menjadi salah satu fondasi penting dalammenjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengahdinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, pemerintah memilih mengambil langkah antisipatif dengan memperkuatsektor-sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenagakerja. Arah kebijakan tersebut terlihat dari rencana pemerintah menjadikan industri padat karya sebagai fokus utama kebijakan fiskal pada 2027. Pilihan ini dinilai tepat karena sektor padat karya selama ini menjaditulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional dan memilikikontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi di berbagai daerah.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan, Ferry Ardiyanto, menjelaskan bahwa pemerintahtelah menyiapkan berbagai stimulus fiskal untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi. Dukungan pemerintah terhadap dunia usaha diwujudkan melalui berbagaiinsentif fiskal. Salah satunya adalah insentif Pajak Penghasilan Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja di sektor padat karya dan pariwisata. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligusmemberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap mempertahankanoperasional usahanya.Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian serius. Melalui program magang bagi lulusan baru, pemerintah berupayamempercepat proses adaptasi generasi muda terhadap kebutuhan dunia kerja. Pengalaman kerja yang diperoleh melalui program tersebut akanmenjadi modal penting bagi pencari kerja untuk meningkatkan dayasaingnya.Skema pemberian uang saku setara upah minimum memberikan nilaitambah bagi peserta magang. Selain memperoleh pengalaman praktis, generasi muda juga mendapatkan dukungan ekonomi selama mengikutiproses pembelajaran di lingkungan kerja.Perlindungan terhadap pekerja transportasi daring diperkuat melaluipemberian diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan JaminanKesehatan Nasional sebesar 50 persen. Kebijakan ini menunjukkanbahwa perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada sektor formal, tetapijuga kepada kelompok pekerja yang menjadi bagian penting dari ekonomidigital.Penyerapan tenaga kerja di daerah juga diperkuat melalui program padatkarya tunai. Kehadiran program ini memiliki manfaat ganda karenamampu memberikan penghasilan kepada masyarakat sekaligusmendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan daerah.Berbagai program prioritas nasional turut menjadi motor penciptaanlapangan kerja baru. Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satucontoh kebijakan yang memiliki dampak ekonomi luas karena melibatkanrantai pasok yang panjang, mulai dari penyediaan bahan baku hinggadistribusi.Perkiraan penyerapan sekitar 1,5 juta tenaga kerja melalui Program Makan Bergizi Gratis menunjukkan bahwa kebijakan sosial dapat berjalanberiringan dengan agenda penciptaan lapangan kerja. Efek ekonominyamenjangkau berbagai sektor usaha yang terlibat dalam pelaksanaannya.Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga memperlihatkanupaya pemerintah memperkuat ekonomi pesisir....
- Advertisement -

Baca berita yang ini